Jumat, 10 Jul 2020 05:00 WIB

Kata WHO Soal Kemungkinan COVID-19 Airborne, Sampai Mana Vaksin Corona?

Rosmha Widiyani - detikHealth
Folder of Coronavirus covid19 2019 nCoV outbreak Foto: Getty Images/iStockphoto/oonal/Kata WHO Soal Kemungkinan COVID-19 Airborne, Sampai Mana Vaksin Corona?
Jakarta -

Riset terkait virus corona terus dilakukan seluruh dunia untuk mengetahui penanganan yang tepat. Organisasi kesehatan dunia (WHO) mengonfirmasi sebuah bukti baru transmisi virus corona melalui udara atau airborne.

"Kami mengakui ada bukti baru dalam bidang ini. Seperti hal lain terkait pandemi dan virus, kami percaya harus bersikap terbuka pada bukti ini. Kami harus mengerti dampaknya terkait penyebaran virus dan tindakan pencegahan yang harus dilakukan," kata Pemimpin Teknis WHO untuk Pencegahan dan Kontrol Infeksi Dr Benedetta Alleganzi dikutip dari CNN.

Pengakuan ini WHO menanggapi surat terbuka yang ditandatangani 239 ilmuwan di 32 negara. Surat tersebut mendesak WHO lebih terbuka tentang kemungkinan orang dapat tertular COVID-19 dari droplet yang mengambang di udara.

Dr Alleganzi mengatakan, WHO saat ini melakukan diskusi dan kolaborasi dengan ilmuwan yang menandatangani surat tersebut. Dia menegaskan masih banyak riset yang diperlukan untuk mengetahui penyebaran COVID-19.

"Bidang riset ini sangat berkembang dan masih banyak bukti baru, meski tidak definitif. Karena itu, kemungkinan penularan lewat udara atau airborne terutama dalam kondisi yang sangat spesifik tidak bisa dikesampingkan. Namun seluruh bukti perlu dikumpulkan dan dipahami," kata Dr Alleganzi

Kondisi spesifik yang dimaksud adalah tempat yang padat, tertutup, dan berpopulasi buruk. Kemungkinan COVID-19 bersifat airborne tentunya harus meningkatkan kewaspadaan. Selain melakukan pola hidup bersih dan sehat, vaksin corona juga menjadi upaya menghadapi COVID-19.

Sementara juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona COVID-19 Achmad Yurianto mengingatkan bahwa virus Corona menular melalui droplet. Droplet tersebut ada yang berukuran sangat kecil yang disebut mikrodoplet.

Menurut Yuri, mikrodroplet memiliki waktu cukup lama untuk bisa hilang dari lingkungan terutama pada wilayah yang tertutup dengan ventilasi yang tidak terlalu baik. "Mikrodoplet ini melayang-layang dalam waktu relatif lama," ujar Yuri pada konferensi pers yang disiarkan akun YouTube BNPB, Kamis (9/7/2020)

Karena itu, Yuri mengingatkan bagi yang bekerja di dalam ruangan untuk memastikan sirkulasi udara selalu berganti setiap hari. Sebisa mungkin, temukan akses untuk mendapatkan udara segar dari luar.

Perkembangan terbaru soal airborne itu membuat kita harus menambah kewaspadaan soal transmisi virus Corona. Lalu seperti apa kemajuan proses pembuatan vaksin corona? Berikut faktanya yang dihimpun detikcom:

1. Vaksin corona dari Indonesia

Produk vaksin corona buatan Indonesia dikembangkan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman (LBME) bersama PT Kalbe Farma dan PT Bio Farma. Produsen berencana menyediakan sekitar 350 juta dosis vaksin yang sementara disebut vaksin "Merah Putih" itu pada 2021.

"Industri memperkirakan fasilitas produksi vaksin di Indonesia bisa memenuhi kebutuhan sekitar 350 juta dosis," kata Direktur LBME Prof Amin Soebandrio kepada detikcom.

2. Vaksin corona dari Oxford

Periset sempat mengatakan, ada respon imun atau antibodi yang cukup kuat dalam uji klinis vaksin. Namun peneliti tidak menetapkan saatnya vaksin corona dari University of Oxford tersebut bisa digunakan.

"Kami senang melihat respon imun yang tepat yang akan memberikan perlindungan," kata ahli vaksinologi Sarah Gilbert dikutip dari Reuters.

3. Vaksin corona dari China

China saat ini bisa dibilang sedang berupaya secepatnya membuat vaksin corona. Pandemi telah membuat pihak militer, swasta, dan pemerintahan bekerja cepat demi vaksin untuk memerangi corona dikutip dari Reuters.

Negara tersebut menggunakan teknologi yang sama seperti pembuatan vaksin influenza. Untuk beberapa perusahaan, China mengizinkan penggabungan fase satu dan dua sekaligus. Namun China harus menggandeng negara lain untuk mengetahui hasil uji coba vaksin corona skala besar.



Simak Video "LIPI Akan Buat Vaksin COVID-19 dalam Bentuk Spray"
[Gambas:Video 20detik]
(row/pal)