Jumat, 10 Jul 2020 09:43 WIB

China Peringatkan 'Pneumonia Misterius' yang Mematikan di Kazakhstan

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
1248769314 China peringatkan wabah pneumonia serius. (Foto ilustrasi: Miguel Schincariol/Getty Images)
Jakarta -

Kedutaan besar China di Kazakhstan telah memperingatkan adanya 'pneumonia misterius' yang diduga mematikan di Kazakhstan sejak terlihat adanya lonjakan kasus pneumonia sejak Juni lalu.

"Tingkat kematian dari penyakit ini jauh lebih tinggi daripada virus Corona baru. Departemen kesehatan negara itu sedang melakukan penelitian komparatif terhadap virus pneumonia, tetapi belum mengidentifikasi virusnya," tulis kedutaan China kepada warganya di negara itu dikutip dari SCMP.

Meski kedutaan besar China menggambarkan penyakit tersebut sebagai 'pneumonia misterius', pejabat dan media Kazakhstan hanya mengatakan penyakit itu sebagai pneumonia biasa. Tidak jelas mengapa kedutaaan besar China menyebut penyakit itu sebagai 'pneumonia misterius'.

Situs web kedutaan besar China, mengutip laporan media lokal, menyebut provinsi Atyrau dan Aktobe dan kota Shymkent telah melaporkan lonjakan yang signifikan dalam kasus pneumonia sejak pertengahan Juni.

Kedutaan China mengatakan sejauh ini ada hampir 500 kasus pneumonia di tiga tempat, dengan lebih dari 30 orang dalam kondisi kritis. Kazakhstan secara keseluruhan menyaksikan 1.772 kematian akibat pneumonia pada awal tahun ini, 628 di antaranya terjadi pada Juni, termasuk beberapa warga negara China.

"Kedutaan China di Kazakhstan mengingatkan warga negara China di sini untuk mewaspadai situasi dan meningkatkan pencegahan untuk menurunkan risiko infeksi," tulis pernyataan kedutaan.

Sementara itu Saule Kisikova, kepala departemen perawatan kesehatan di ibu kota Nur-Sultan, mengatakan kepada kantor berita Kazinform: "Sekitar 300 orang yang didiagnosis menderita pneumonia dirawat di rumah sakit setiap hari."

Akhir bulan lalu pejabat memperingatkan tentang peningkatan kasus pneumonia. Kisikova mengatakan bahwa dokter menemukan 600 orang sehari dengan gejala pneumonia.



Simak Video "Taiwan Desak China Beberkan Detail Wabah Virus Korona Baru"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)