Minggu, 12 Jul 2020 18:36 WIB

6 Imbauan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia Soal Potensi Corona Airborne

Ayunda Septiani - detikHealth
An officer wearing a face mask and shield works at a quarantine station at Narita airport, Chiba prefecture on March 9, 2020. - Japanese Prime Minister Shinzo Abe on March 5 announced that foreign arrivals who have recently been in China or South Korea would be required to spend 14 days in quarantine amid concerns of the COVID-19 novel coronavirus. (Photo by Kazuhiro NOGI / AFP) Imbauan PDPI soal potensi penularan Corona lewat airborne. (Foto: Kazuhiro NOGI/AFP)
Jakarta -

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengakui munculnya bukti-bukti yang melihat virus Corona COVID-19 bisa menular lewat udara alias airborne. Selama ini virus dianggap bisa menginfeksi lewat paparan langsung droplet (percikan liur) dari orang sakit atau menyentuh permukaan yang terkontaminasi lalu menyentuh wajah.

Dalam dokumen yang diunggah pada 9 Juli 2020, WHO memperbarui pedoman mode transmisi COVID-19. Disebutkan bahwa beberapa studi melihat bahwa ada kemungkinan droplet berukuran ekstra kecil (mikrodroplet) yang dihasilkan saat batuk atau bersin dapat membuat virus bertahan lama di udara.

Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) menekankan penularan secara airborne ini dapat terjadi terutama di ruangan tertutup. PDPI mengimbau agar masyarakat tidak panik dan mengikuti protokol kesehatan tambahan.

Berikut imbauan PDPI dalam rilis yang diterima detikcom dan ditulis Minggu (12/7/2020):

1. Masyarakat tetap waspada dan tidak panik.

2. Hindari keramaian baik itu tempat tertutup maupun tempat terbuka.

3. Gunakan masker di mana saja dan kapan saja bahkan dalam ruangan.

4. Ciptakan ruangan dengan ventilasi yang baik seperti, membuka jendela sesering mungkin).

5. Tetap jaga kebersihan tangan serta hindari menyentuh bagian wajah sebelum mencuci tangan.

6. Selalu terapkan jaga jarak pada aktivitas sehari-hari.



Simak Video "WHO Sebut Kemungkinan Penularan Corona Lewat Udara di Ruang Tertutup"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)