Senin, 13 Jul 2020 13:11 WIB

Kementan Tegaskan Virus Flu Babi di RI Bukan Varian G4 yang Bisa Picu Pandemi

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
close up of a pigs face on a truck, behind bars Ilustrasi babi. (Foto: Getty Images/iStockphoto/pidjoe)
Jakarta -

Virus Flu Babi Baru atau dikenal dengan G4 yang disebut berpotensi menjadi pandemi diyakini belum ada di Indonesia. Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian, I Ketut Diarmita menegaskan varian virus Flu Babi Baru (G4 EA H1N1) belum pernah ditemukan di Indonesia.

Hal ini ini didasari pada hasil surveilans dan analisa genetik yang dilakukan oleh Unit Pelaksana Teknis Laboratorium Veteriner Kementerian Pertanian, yaitu Balai Veteriner Medan dan Balai Besar Veteriner Wates.

"Hasil surveilans kami menunjukkan bahwa virus Flu Babi yang pernah ditemukan di Indonesia, terbukti berbeda dengan virus Flu Babi Baru (G4 EA H1N1)," jelasnya dalam rilis yang diterima detikcom, Senin (13/7/2020).

Untuk mengantisipasi kemungkinan masuk atau munculnya virus Flu Babi Baru di Indonesia, Kementan bersama FAO dan USAID telah mengembangkan Influenza Virus Monitoring (IVM) online untuk memonitor mutasi virus influenza sejak 2014.

"Sebagai langkah kewaspadaan, Kita juga telah membuat Surat Edaran tentang Peningkatan Kewaspadaan Terhadap Galur Baru Virus Flu Babi H1N1 (G4 EA H1N1)," tegasnya.

Sebelumnya, peneliti di China menemukan jenis baru dari flu babi H1N1 yakni virus G4 yang diyakini berpotensi menjadi pandemi. Terlebih varian virus G4 ini berpotensi melekat pada reseptor yang mirip dengan manusia sehingga bisa menimbulkan keluhan pada paru-paru pengidapnya.

Dalam studi itu disebutkan 10 persen populasi yang di antaranya adalah pekerja di rumah potong hewan ternak diindikasi tertular G4 dari hasil pemeriksaan antibodi.



Simak Video "Fakta-fakta Virus Tick-Borne yang Gegerkan China"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)