Selasa, 14 Jul 2020 16:32 WIB

Berisiko Tularkan Corona, Pemerintah Ingatkan Jangan Ngobrol di Angkutan Umum!

Firdaus Anwar - detikHealth
Imbauan memakai masker di angkutan umum telah digalakkan sejak penerapan PSBB. Hingga kini para penumpang KRL pun tertib dengan imbauan tersebut. Penumpang KRL mulai terbiasa dengan protokol kesehatan. (Foto ilustrasi: Pradita Utama)
Jakarta -

Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 mengikuti panduan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menyebut virus corona COVID-19 memiliki potensi menyebar luas lewat udara alias airborne. Hal ini terutama berlaku di ruangan tertutup yang ramai oleh orang-orang.

Anggota tim komunikasi gugus tugas, dr Reisa Broto Asmoro, menjelaskan bahwa informasi yang berkaitan dengan COVID-19 ini bisa berubah karena terus menyesuaikan perkembangan temuan terbaru.

"Pengetahuan kita tentang penyakit yang masih sangat baru ini akan terus selalu berubah, berkembang, sesuai penemuan dan penelitian terbaru oleh para ilmuwan. Perkembangan pengetahuan tentang SARS-COV-2 penyebab COVID-19 begitu cepat," kata dr Reisa dalam konferensi pers yang disiarkan BNPB, Selasa (14/7/2020).

Diakuinya potensi mode penularan Corona lewat udara ini berdampak terhadap penambahan protokol kesehatan yang perlu diikuti. Juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19, Achmad Yurianto, menjelaskan ruangan harus memiliki ventilasi udara yang baik, buka jendela, selalu pakai masker di dalam ruangan, hingga jangan berbicara di angkutan umum.

"Kami mengingatkan kembali gunakan masker. Pada saat berada di alat transportasi massal, public transport, upayakan Anda memakai masker, menjaga jarak, dan tidak berbicara, tidak makan, tidak minum di dalam kendaraan umum atau di dalam kereta," kata pria yang akrab disapa Yuri ini.

WHO menyebut bahwa mikrodroplet (percikan liur berukuran kecil) dapat keluar dari mulut saat seseorang berbicara, batuk, bersin, atau bernyanyi. Mikrodroplet ini bisa bertahan lama dan menyebar di udara sehingga berpotensi menyebarkan virus ketika dihirup oleh orang lain.



Simak Video "Angka Positif Corona di Indonesia Tertinggi di Asia Tenggara"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)