Selasa, 14 Jul 2020 19:00 WIB

4 Kisah Orang-orang yang Remehkan Corona Lalu Kena Batunya

Elsa Himawan - detikHealth
Vaksin Corona 4 kisah orang-orang yang remehkan Corona lalu kena batunya. (Foto ilustrasi: Istimewa)
Jakarta -

Sejak pandemi berlangsung beberapa bulan yang lalu, beberapa kalangan selalu menyepelekan virus Corona COVID-19. Ada sebagian kalangan yang selalu percaya pada teori konspirasi, menganggap COVID-19 cuma hoax.

Terbaru, seorang pria Texas nekat menghadiri sebuah pesta. Pesta tersebut juga dinamakan 'pesta COVID-19'. Pada akhirnya, pria tersebut kena batunya, tertular virus lalu meninggal dunia.

Kasus menyepelekan virus Corona yang berakhir fatal pernah terjadi beberapa kali, berikut 4 kasus yang menyepelekan virus Corona, dirangkum detikcom dari berbagai sumber.

1. Tertular di 'pesta COVID-19' lalu meninggal

Seorang dokter di Texas menceritakan kisah tragis dari pasiennya yang tidak percaya akan keberadaan virus Corona. Pasien itu nekat menghadiri pesta COVID-19 yang dibuat oleh seseorang yang telah terinfeksi COVID-19. Orang tersebut mengundang tamu lainnya untuk membuktikan apakah mereka akan tertular atau tidak.

Dokter Jane Appleby yang merupakan kepala petugas medis untuk Methodist Hospital dan Methodist Children's Hospital di San Antonio, Texas, mengatakan bahwa pasiennya tersebut tidak percaya bahwa virus Corona benar-benar nyata, sehingga dia mendatangi pesta Corona untuk membuktikan anggapannya itu. Namun, setelah menghadiri pesta tersebut, sang pasien mulai merasa sakit dan pergi ke rumah sakit. Dirinya dinyatakan positif terinfeksi COVID-19. Hingga pada akhirnya, Ia meninggal dunia.

2. Baru percaya setelah tertular

Brian Hitches yang merupakan seorang pria di Florida, mengklaim bahwa virus Corona COVID-19 yang sedang melanda dunia adalah hoax. Ia mengatakan bahwa Tuhan lebih besar daripada virus Corona.

"Saya bangun di pagi hari dan berdoa percaya pada Tuhan untuk perlindungan-Nya, dan saya akan membiarkannya (virus) begitu saja," ujar Brian.

Menurutnya, dengan masker dan sarung tangan sudah cukup untuk melindungi diri dari virus ini. Hanya saja, respon masyarakat dunia yang terlalu berlebihan.

Pada akhirnya, Brian dan istrinya terjangkit virus Corona dan dirawat di Palm Beach Garden Medical Center. Kini, Brian berharap agar tidak ada lagi orang di dunia ini yang positif Corona.

3. Tertular karena sok-sokan ikut 'coronavirus challange'

Seorang influencer yang berasal dari California, mengklaim bahwa dirinya tengah dirawat di rumah sakit karena positif Corona. Hal ini terjadi setelah beberapa hari ia memposting video nya yang menjilati closet toilet sebagai bentuk 'Tantangan Virus Corona' di media sosial.

Video itu diunggah di TikTok, sehingga mendorong banyak pengguna akun untuk memposting ulang rekaman dirinya yang tengah menjilati closet toilet. Beberapa hari kemudian, posting itu berlanjut dengan rekaman ia berada di atas ranjang rumah sakit akibat COVID-19.

4. Tertular usai ikut pesta di gereja

Carsyn Leigh Davis (17), seorang remaja yang meninggal akibat COVID-19, usai menghadiri pesta gereja di First Youth Church. Laporan yang diberikan oleh pemeriksa medis, menunjukkan Davis terkena COVID-19 setelah menghadiri pesta 100 orang di First Youth Church, di mana peserta tidak diharuskan untuk jarak sosial, dan dia juga tidak memakai masker.

Carsyn juga diketahui memiliki berbagai penyakit komplikasi, yaitu obesitas dan kelainan imun. Saat menunjukkan gejala COVID-19, orang tuanya mengira ia terkena malaria, sehingga diberikan azithromycin dan hydroxychloroquine (obat malaria yang disebut-sebut oleh Presiden Donald Trump) sebagai pengobatan COVID-19, meskipun terdapat peringatan dari Food and Drug Administration bahwa obat itu dapat mempercepat kematian pasien yang terkena virus. Dikarenakan tak kunjung sembuh, akhirnya ia dilarikan ke rumah sakit dan terdiagnosa positif COVID-19. Kondisinya semakin menurun dan tepat pada 23 Juni 2020, ia meninggal dunia.



Simak Video "Inilah Sumber Penularan Virus Covid-19 ke Kelompok Rentan"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)