Rabu, 15 Jul 2020 18:40 WIB

Bisa Menular lewat Mikrodroplet, Berapa Lama Virus Corona Bertahan di Udara?

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Virus corona: Bisa menular lewat udara, penyebaran Covid-19 di ruangan tertutup kian berisiko Virus Corona bisa menular lewat mikrodroplet, bertahan berapa lama? (Foto: BBC Magazine)
Jakarta -

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebelumnya mengakui bukti penularan virus Corona lewat udara. WHO pun memperbarui pedoman virus Corona dengan menambahkan imbauan waspada penularan Corona di ruangan tertutup dengan memastikan ventilasi ruangan dibuat dengan baik.

Dikutip dari Daily Star, profesor Wendy Barclay dari Imperial College London telah memperingatkan bahwa mikrodroplet virus Corona dapat bertahan di udara selama lebih dari satu jam. Ahli semakin yakin bahwa rute penularan Corona tidak hanya terjadi saat kontak dekat.

"Kita tahu bahwa virus yang menyebabkan COVID-19 dapat tetap hidup, tetap menular pada percikan yang sangat kecil ini (mikrodroplet)," jelas Prof Wendy.

"Sehingga meningkatkan kemungkinan bahwa COVID-19 dapat ditransmisikan melalui partikel-partikel kecil yang menyebar di udara," lanjut Prof Wendy.

Ahli menyebut hasil studi menunjukkan bahwa virus Corona bahkan bertahan di udara lebih dari satu jam. "Studi laboratorium menunjukan bahwa virus Corona COVID-19 dapat tetap bertahan di udara selama lebih dari satu jam dan berpotensi menular," kata pakar.

Maka dari itu, pakar mengingatkan untuk tidak berbicara dengan keras atau bernyanyi dengan lantang. Sebab, hal ini bisa berpotensi menularkan virus Corona COVID-19.

Sementara itu Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengklarifikasi bahwa virus Corona COVID-19 menyebar terutama melalui percikan yang keluar dari hidung atau mulut, yang dikeluarkan melalui batuk, bersin, atau berbicara. David Nabarro dari WHO mengatakan bahwa walaupun transmisi melalui udara menjadi kemungkinan rute penularan Corona, rute ini bukan menjadi rute utama penularan Corona.

"Cara utama penyebaran virus ini adalah melalui percikan yang keluar saat Anda batuk, bersin, atau bahkan berteriak," kata David kepada program BBC Radio 4.

"Tapi, tampaknya ada kemungkinan partikel sangat kecil yang mengandung virus dapat bergerak lebih jauh," lanjut David.



Simak Video "Penularan Corona di Pesawat Sangat Rendah Ketimbang Kesambar Petir"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)