Rabu, 15 Jul 2020 20:00 WIB

Heboh Kasus 'Bu Kombes', Psikolog Bagikan Tips Aman Tagih Utang

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Ahmad Arfah Lubis-detikcom/  Febi Nur Amelia harus menjalani sidang di PN Medan gara-gara dilaporkan kasus pencemaran nama baik soal tagihan utang via Instagram. Foto: Ahmad Arfah Lubis-detikcom/ Febi Nur Amelia harus menjalani sidang di Pengadilan Negeri Medan gara-gara dilaporkan kasus pencemaran nama baik soal tagihan utang via Instagram.
Jakarta -

Febi Nur Amalia, wanita yang menagih utang kepada temannya lewat Instastory 19 Februari lalu dituntut 2 tahun penjara. Sebelumnya, dalam postingannya, Febi berkali-kali menagih utang pada Fitriani Manurung yang disebut 'Bu Kombes' tetapi tidak kunjung direspons.

Namun, belakangan Jaksa penuntut umum (JPU) menilai Febi bersalah melakukan pencemaran nama baik terhadap 'Bu Kombes', Fitriani Manurung. Febi dituntut melanggar pasal 45 ayat (3) jo Pasal 27 ayat (3) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

"Kami jaksa penuntut umum dalam perkara ini memperhatikan undang-undang yang bersangkutan menuntut supaya majelis hakim pengadilan negeri Medan yang memeriksa perkara ini memutuskan menjatuhkan pidana selama 2 tahun," tutur jaksa di PN Medan, Selasa (14/7/2020).

Tidak sedikit kasus menagih utang berujung masalah. Bagaimana sih cara menagih utang yang baik dan efektif?

Nuzulia Rahma Tristinarum, psikolog Pro Help Center dan juga penulis buku, menjelaskan ada beberapa cara yang bisa dilakukan saat menagih utang. Terlebih jika harus menyinggung di media sosial.

"Jika mau menyindir di media sosial, pastikan jangan menggunakan nama orang atau inisial apapun. Ceritakan secara umum saja dan jadikan cerita tersebut sebagai pembelajaran untuk diri sendiri dan orang lain yang membaca," jelas Rahma.

"Jika yang bersangkutan adalah orang yang baik, pasti akan merasa bersalah membacanya dan tergerak membayar," lanjut Rahma.

Rahma menegaskan untuk menagih utang dengan cara baik-baik terlebih dahulu. Usahakan untuk selalu melakukan negosiasi saat menagih utang.

"Tagih hutangnya baik baik, tanya apa kendala si penghutang kenapa belum membayar, tanya kapan waktu persisnya akan dibayar. Jika perlu, bujuk untuk bikin perjanjian baru di atas materai, mengenai rencana pembayaran yang akan dilakukan," jelas Rahma.

Jika orang yang mengutang sulit untuk membayar dan cenderung selalu menghindar, barulah langkah yang bisa dilakukan adalah menempuh jalur hukum. Pastikan kamu memiliki cukup bukti terkait kasus utang-piutang seperti bukti tertulis.

"Jika memang beberapa cara sudah dilakukan namun masih belum berhasil, bisa konsultasi ke ahli hukum apakah bisa dilanjutkan ke ranah hukum atau tidak. Berbagai pertimbangan perlu dilakukan. Yang penting tetap tenang dan lakukan dengan terencana," tutup Rahma.



Simak Video "Pesan Psikolog Anak untuk Orang Tua di Masa Pandemi"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)