Kamis, 16 Jul 2020 21:52 WIB

Omas Meninggal, Kenali 5 Komplikasi Diabetes

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
s Omas meninggal dunia. (Foto: Omas / Noel)
Jakarta -

Kabar duka datang dari hiburan Tanah Air. Pelawak asal Betawi, Omaswati, dikabarkan meninggal dunia. Omas yang juga adik kandung dari pelawak Mandra ini tutup usia di umur 54 tahun.

Untuk riwayat penyakitnya, Ernie keponakannya, menuturkan Omas mengidap penyakit gula atau diabetes sebelum tutup usia.

"Iya penyakit gula," tutur Ernie.

Diabetes atau kerap disebut 'penyakit gula' adalah penyakit yang diidap ketika tubuh tak lagi mampu mengontrol kadar gula atau glukosa dalam darah.
Penyebab yang mendasari diabetes bervariasi berdasarkan jenisnya. Tetapi kelebihan kadar gula dalam darah akan menimbulkan komplikasi atau masalah serius di kemudian hari.

Komplikasi diabetes bisa beragam, berikut yang paling umum ditemukan dikutip dari Mayo Clinic.

1. Kerusakan ginjal

Kelebihan kadar gila darah bisa merusak jutaan kluster pembuluh darah yang ada di ginjal sehingga menganggu fungsi penyaringan. Komplikasi diabetes pada organ ini bisa menyebabkan gagal ginjal sehingga butuh cuci darah secara rutin.

2. Kerusakan mata

Diabetes dapat merusak pembuluh darah retina (diabetic retinopathy), yang berpotensi menyebabkan kebutaan. Diabetes juga meningkatkan risiko kondisi penglihatan serius lainnya, seperti katarak dan glaukoma.

3. Penyakit pembuluh darah

Diabetes secara dramatis meningkatkan risiko berbagai masalah kardiovaskular, termasuk penyakit arteri koroner dengan nyeri dada (angina), serangan jantung, stroke, dan penyempitan arteri (aterosklerosis).

Tingginya kadar gula dapat menjadi pemicu rusaknya pembuluh darah sehingga berakibat terjadinya gangguan pada jantung. Bahkan, jika penyakit jantung berkaitan dengan komplikasi fatal seperti jantung koroner dapat mengakibatkan serangan jantung dan stroke.

4. Amputasi

Gula berlebih bisa melukai dinding pembuluh darah kecil (kapiler) di saraf, terutama di kaki. Hal ini dapat menyebabkan kesemutan, mati rasa, terbakar atau sakit yang biasanya dimulai di ujung jari kaki atau jari dan secara bertahap menyebar ke atas.

Kerusakan saraf pada kaki atau aliran darah yang buruk ke kaki meningkatkan risiko berbagai komplikasi kaki. Jika tidak diobati, luka dan lecet dapat mengembangkan infeksi serius, yang seringkali sembuh dengan buruk. Infeksi ini pada akhirnya mungkin memerlukan amputasi jari kaki, kaki atau kaki.

5. Kerusakan kulit

Diabetes dapat membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi kulit. Kerusakan kulit yang disebabkan karena diabetes, dapat membuat seseorang lebih rentan terkena masalah kulit, infeksi bakteri, dan jamur.

Penyakit diabetes bisa dihindari dengan membatasi konsmsi makanan dan minuman yang mengandung kadar gula tinggi. Rutin berolahraga juga jadi salah satu cara menghindari penyakit diabetes.



Simak Video "Penyandang Diabetes Tetap Aman Pergi ke RS saat Pandemi Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)