Sabtu, 18 Jul 2020 11:38 WIB

Kerap Muncul Gejala Baru, Kenapa COVID-19 Bisa Timbulkan Banyak Penyakit?

Firdaus Anwar - detikHealth
Ilustrasi pasien di rumah sakit Apa yang diketahui dari COVID-19 terus berkembang. (Foto: iStock)
Jakarta -

Ketika virus Corona COVID-19 pertama kali dilaporkan di China pada Desember 2019 lalu, patogen ini hanya dianggap sebagai penyakit pernapasan. Kala itu COVID-19 diasosiasikan dengan gejala peradangan paru-paru atau pneumonia misterius.

Seiring berjalannya waktu, virus corona COVID-19 terus menyebar hingga akhirnya menjadi pandemi. Laporan kemudian muncul dari berbagai ahli kesehatan di dunia bahwa pasien yang terinfeksi ternyata bisa memiliki berbagai macam gejala mulai dari diare, kehilangan fungsi indra penciuman, hingga kerusakan paru, jantung, dan otak.


Mengapa virus Corona COVID-19 bisa menimbulkan gejala yang berbagai macam?

Kepala divisi penyakit infeksi dari Queen's University, Dr Gerald Evans, menjelaskan satu teori yang mungkin terjadi adalah karena infeksi virus ini memperburuk kondisi kesehatan orang-orang dengan penyakit penyerta. Hanya saja selama ini orang-orang tersebut mungkin tidak pernah mengetahuinya.

Sementara itu peneliti penyakit infeksi dari University of Manitoba, Jason Kindrachuk, menjelaskan gejala-gejala baru ini muncul karena sudah banyak orang yang terinfeksi. Dampaknya para ahli jadi bisa melihat berbagai kasus langka ketika virus menginfeksi organ selain paru-paru.

"Kita bisa mulai melihat beberapa virus dalam kasus yang parah bisa menyerang berbagai macam organ," ungkap Jason seperti dikutip dari Global News, Sabtu (18/2/2020).



Simak Video "Ada Gejala Baru Covid-19 Bernama Parosmia, Apa Itu?"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)