Sabtu, 18 Jul 2020 13:56 WIB

WHO: Indonesia Lebih Banyak Kematian PDP daripada Pasien Positif Corona

Firdaus Anwar - detikHealth
Dokter PPDS FK Unair yang bertugas di RSU dr Soetomo meninggal dunia. Dr Putri Wulan Sukmawati diketahui meninggal terpapar COVID-19. (Foto ilustrasi: Esti Widiyana)
Jakarta -

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan kematian pasien dalam pengawasan (PDP) di Indonesia jauh lebih banyak dibandingkan kematian pasien yang terkonfirmasi positif COVID-19. Hal ini diketahui dari beberapa laporan di daerah, terutama di pulau Jawa.

Dalam laporan situasi COVID-19 di Indonesia per tanggal 15 Juli, WHO menunjukkan data dari 22 Juni sampai 12 Juli ada 296 PDP dan orang dalam pemantauan (ODP) di DKI Jakarta meninggal dunia. Jumlah tersebut lebih dari tiga kali lipat kematian pasien terkonfirmasi yaitu 87 orang.

Sementara di Jawa Timur ada 763 kematian PDP dan PDP pada periode yang sama. Juga lebih tinggi dari angka kematian kasus terkonfirmasi yaitu 491 orang.

"Kematian di antara pasien dalam pengawasan jauh lebih tinggi daripada kematian di antara kasus COVID-19 yang sudah terkonfirmasi," tulis WHO seperti dikutip dari situs resminya pada Sabtu (18/7/2020).

Terkait hal tersebut, baru-baru ini Kementerian Kesehatan melakukan revisi istilah. PDP dan ODP kini disebut sebagai suspek.

Kematian PDP-ODP atau suspek ini tidak pernah disebut dalam laporan harian penanganan COVID-19 pemerintah pusat kepada publik.



Simak Video "WHO Galang Solidaritas untuk Keadilan Vaksin Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)