Selasa, 21 Jul 2020 04:45 WIB

Apa itu MPASI? Berikut Menu MPASI 6 Bulan Menurut WHO

Lusiana Mustinda - detikHealth
Close-up shot of mother spoon feeding her baby girl. MPASI. Foto: Getty Images/fotostorm
Jakarta -

MPASI merupakan makanan pendamping ASI yang mulai diberikan saat anak berusia 6 bulan. Kenapa MPASI harus diberikan saat usia 6 bulan? Jika MPASI diberikan terlalu dini ada beberapa risiko yang bisa terjadi. Salah satunya saluran cerna yang belum sempurna akan bekerja ekstra keras untuk mengolah makanan padat sehingga bisa menimbulkan gangguan pencernaan

Sebaliknya, jika si kecil diberikan MPASI terlalu lambat dapat menyebabkan kebutuhan gizi anak tidak terpenuhi. Ini berisiko mengganggu tumbuh kembangnya termasuk kecerdasannya. Pemberian yang telat juga bisa saja membuat bayi menolak MPASI karena tidak terbiasa dengan makanan padat.

Dikutip dalam WHO.int, sekitar usia 6 bulan, kebutuhan bayi akan energi dan nutrisi mulai melebihi apa yang disediakan oleh ASI sehingga makanan pendamping diperlukan untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Memastikan terpenuhinya gizi si kecil saat usia 6 bulan salah satunya adalah memberikannya MPASI.

Pastikan MPASI yang diberikan terdiri dari energi, protein dan mikronutrien yang cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak yang sedang tumbuh. Dan siapkan makanan pendamping ASI dengan menggunakan peralatan yang bersih.

WHO merekomendasikan agar bayi menerima makanan pendamping 2-3 kali sehari antara 6-8 bulan dan meningkat menjadi 3-4 kali sehari antara 9-11 bulan dan 12-24 bulan. Camilan bergizi juga bisa ditawarkan 1-2 kali sehari untuk anak usia 12-24 bulan sesuai dengan keinginan mereka.

Pemberian tekstur MPASI usia 6-8 bulan dengan tekstur lumat kental (tidak mudah jatuh dari sendok), 9-12 bulan dengan tekstur lembek dan usia 12-24 bulan anak-anak boleh diberikan makanan keluarga.

Close-up shot of mother spoon feeding her baby girl.MPASI. Foto: Getty Images/fotostorm

Lalu bagaimana kandungan gizi dalam menu MPASI?

WHO merekomendasikan untuk memberikan makanan yang bervariasi untuk memastikan kebutuhan gizi si kecil. Daging, unggas, ikan atau telur harus dimakan setiap hari atau sesering mungkin. Sehingga tidak hanya menu tunggal tetapi juga menu dengan gizi seimbang.

Buah dan sayur yang mengandung vitamin A perlu dikonsumsi setiap hari. Berikan juga makanan yang mengandung lemak sehat. Hindari makanan dalam bentuk yang dapat menyebabkan si kecil tersedak seperti anggur utuh atau wortel mentah.

Hindari memberikan minuman dengan dengan nilai gizi rendah seperti teh, kopi dan minuman ringan bergula. Batasi jumlah jus yang ditawarkan untuk menghindari penolakan makanan yang lebih kaya nutrisi saat memberikan MPASI.



Simak Video "WHO Tidak Rekomendasikan Remdesivir Jadi Obat Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(lus/pal)