Selasa, 21 Jul 2020 10:23 WIB

5 Fakta Soal Kedatangan Vaksin Corona Sinovac di Indonesia

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
i 5 fakta soal kedatangan vaksin Corona sinovac di Indonesia. (Foto: Fiona Goodall/Getty Images)
Jakarta -

Vaksin Corona yang dikembangkan perusahaan farmasi China, Sinovac, telah tiba di Indonesia. Rencananya vaksin tersebut akan digunakan untuk uji klinis sebelum bakal diproduksi untuk mengakhiri pandemi virus Corona.

Salah satu upaya untuk mengentaskan pandemi global COVID-19 adalah menyediakan vaksin yang bisa digunakan untuk memicu kekebalan sehingga tak tertular penyakit yang sudah menginfeksi lebih dari 14 juta orang di seluruh dunia.

Untuk itu, sejumlah negara, termasuk Indonesia turut ikut berpartisipasi dalam pengembangan vaksin dan bekerjasama dengan negara lain baik dalam uji klinis atau produksi vaksin. Saat ini vaksin Sinovac akan memasuki tahap uji klinis fase III.

Berikut fakta mengenai kedatangan vaksin Sinovac di Indonesia.

1. Sekitar 2.400 dosis dipersiapkan

Bio Farma berencana melakukan uji klinis tahap III untuk vaksin COVID-19. Sebagai tahap awal Uji Klinis tahap III, vaksin dari Sinovac, China, tiba di Bio Farma pada Minggu (19/7). Sekitar 2.400 vaksin dipersiapkan untuk uji klinis.

2. Uji klinis dilakukan Agustus.

Uji klinis tahap III akan dilakukan Agustus 2020. Uij klinis akan dilakukan dengan pengambilan sampel pada 1.620 subjek. Subjek dipilih berdasarkan kriteria tertentu, di antaranya memiliki rentang usia antara 18-59 tahun.

Sisa vaksin yang tidak digunakan untuk uji klinis akan dipergunakan untuk pengujian di lab Bio Farma dan lab Pusat Pengujian Obat dan Makanan Nasional (PPOMN).

3. Produksi massal di 2021

Uji klinis vaksin Covid-19, dijadwalkan akan berjalan selama enam bulan, sehingga ditargetkan akan selesai pada bulan Januari 2021 mendatang. Apabila uji klinis vaksin Covid-19 tahap 3 lancar, maka Bio Farma akan memproduksinya pada kuartal 1 2021 mendatang.

"Kami sudah memperisiapkan fasilitas produksinya di Bio Farma, dengan kapasitas produksi maksimal di 250 juta dosis", ujar Direktur Utama Bio Farma, Honesti Basyir.

4. Alasan Bio Farma gandeng Sinovac

Disebutkan oleh Honesti, alasan pemilihan Sinovac sebagai mitra adalah platform vaksin atau metode pembuatan vaksin yang digunakan oleh Sinovac, sama dengan kompetensi yang dimiliki oleh Bio Farma. Metode pengembangan vaksin yang dilakukan adalah metode inaktivasi.

Inaktivasi adalah metode pembuatan vaksin dengan menggunakan versi tidak aktif dari jenis virus atau bakteri penyebab penyakit tertentu. Selain vaksin kembangan Sinovac, vaksin COVID-19 yang juga menggunakan metode inaktivasi adalah Vaksin inactivated SARS-CoV-2 yang dikembangkan Wuhan Institute of Biological Products.

5. Uji klinis fase III juga dilakukan di negara ini

Tidak hanya Indonesia, beberapa negara lain juga dilaporkan akan melakukan uji klinis tahap III untuk vaksin kembangan Sinovac di negaranya.

Dikutip dari Reuters pada Senin (20/7/2020), Bangladesh juga telah menyetujui uji klinis tahap III vaksin Corona Sinovac.
Uji klinis rencananya akan dilakukan oleh Pusat Penelitian Penyakit Diarrheal Internasional di Bangladesh (ICDDR, B) pada bulan depan dan melibatkan sebanyak 4.200 relawan.

Negara kedua yang dilaporkan ikut uji coba tahap III adalah Brasil. Badan Regulasi Kesehatan Brasil (ANVISA) telah memberikan persetujuan untuk melakukan uji klinis tahap III vaksin Corona Sinovac. Dalam uji klinis ini, Sinovac bekerja sama dengan pusat penelitian biologi di Brasil, yakni Instituto Butantan.



Simak Video "Sederet Fakta Vaksin COVID-19 Pfizer yang Uji Klinisnya Sudah Rampung"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)