Rabu, 22 Jul 2020 07:45 WIB

Round Up

5 Hal Tentang Pengembangan Vaksin Corona Sinovac di Indonesia

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Vaksin virus corona: Enam sudah diuji coba pada manusia, namun tantangannya ada pada produksi massal 5 hal tentang pengembagan vaksin Corona sinovac di Indonesia (Foto ilustrasi: BBC World)
Jakarta -

Vaksin Corona dari China telah tiba di Indonesia. Rencananya vaksin yang dikembangkan perusahaan farmasi Sinovac itu akan diuji klinis terlebih dahulu sebelum diproduksi secara massal.

Saat ini, vaksin yang memiliki nama CoronaVac akan memasuki tahap uji klinis fase III di Indonesia. Beberapa negara seperti Bangladesh dan Brasil juga ikut berpartisipasi dalam proses uji klinis vaksin Sinovac.

Dirangkum detikcom, 5 hal yang perlu kamu ketahui tentang pengembangan vaksin Sinovac di Indonesia.

Baca juga

1. Sekitar 2.400 dosis vaksin disiapkan

Sekitar 2.400 vaksin Sinovac telah dipersiapkan oleh Bio Farma untuk dilakukan uji klinis tahap III. Vaksin ini tiba di Bio Farma pada Minggu (19/7/2020).

2. Uji klinis dilakukan pada Agustus 2020

Sebanyak 1.620 relawan dengan rentang usia 18-59 tahun akan diikutsertakan dalam uji klinis vaksin Sinovac. Rencananya uji klinis tahap III ini akan dilakukan pada Agustus 2020.

3. Dilakukan di enam lokasi

Proses penyuntikan vaksin rencananya akan dilakukan di enam lokasi, antara lain: Rumah Sakit Pendidikan Unpad, kampus Unpad Dipati Ukur, dan 4 Puskesmas di Kota Bandung.

4. Diperkirakan kekebalan tubuh akan timbul setelah 28 hari

Ketua Tim Riset Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad), Profesor Kusnandi Rusmil menjelaskan, penyuntikan vaksin akan dilakukan sebanyak dua kali dengan jarak dua minggu. Setelah itu para relawan akan diamati selama enam bulan.

"Perhitungan saya begitu. Setelah 28 hari orang itu akan kebal terhadap penyakit. Tetapi suntikannya harus 2 kali," kata Profesor Kusnandi saat dihubungi beberapa waktu lalu.

5. Diproduksi massal di 2021

Rencananya uji klinis vaksin Sinovac tahap III di Indonesia akan berjalan selama enam bulan dan ditargetkan selesai pada Januari 2021.

Jika uji klinis lancar, Bio Farma akan memproduksi vaksin tersebut pada kuartal 1 di 2021 mendatang.

"Kami sudah mempersiapkan fasilitas produksinya di Bio Farma, dengan kapasitas produksi maksimal di 250 juta dosis", ujar Direktur Utama Bio Farma, Honesti Basyir.

Baca juga



Simak Video "Perbedaan Efikasi Vaksin AstraZeneca dan Sinovac di RI"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)