Rabu, 22 Jul 2020 10:10 WIB

WHO: Investigasi Asal-Usul Corona di China Memakan Waktu Lama, Ini Alasannya

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Folder of Coronavirus covid19 2019 nCoV outbreak Ilustrasi virus Corona. (Foto: Getty Images/iStockphoto/oonal)
Jakarta -

China menyambut baik kunjungan tim ahli Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk menyelidiki sumber virus Corona COVID-19. Namun, WHO menilai investigasi ini kemungkinan akan memakan waktu cukup lama bahkan hingga berbulan-bulan.

Dikutip dari New York Times, ada kemungkinan penyelidikan asal-usul Corona di China tertunda. China disebut menerapkan aturan terkait penyelidikan yang lebih luas seperti aturan karantina. Karantina ditetapkan lebih dari 14 hari. Beberapa tim dari WHO juga disebut terpaksa melakukan pekerjaannya sementara waktu secara jarak jauh.

"Jelas kedatangan dan karantina individu dan bekerja dari jarak jauh bukanlah cara yang ideal untuk bekerja, tetapi kami sepenuhnya menghormati prosedur manajemen risiko yang diterapkan," kata Mike Ryan, kepala tanggap darurat WHO, mengatakan pada konferensi pers pada hari Jumat kemarin.

Ryan menilai akan butuh berminggu-minggu sebelum tim sepenuhnya dapat melakukan investigasi di China. Investigasi WHO muncul usai China diprotes oleh dunia, termasuk dari Amerika Serikat.

Sebab, pada awalnya China dinilai meremehkan virus Corona dan gagal menahan virus Corona sehingga menyebabkan pandemi. Virus Corona muncul bulan Desember 2019 di Wuhan, China.

Kala itu selama berminggu-minggu, China bersikeras menolak permintaan dari negara lain bahwa mereka mengizinkan penyelidik independen ke negaranya untuk mempelajari asal usul patogen. Beijing juga telah mencoba untuk menangkis tuduhan tanpa bukti, menekankan bahwa asal virus tersebut kemungkinan berasal dari tempat lain.

Sementara Menteri Luar Negeri Amerika Serikat baru-baru ini mengatakan bahwa ia berharap penyelidikan ini akan efektif. Hubungan antara China dan negara-negara bagian Barat yang memburuk karena masalah militer, teknologi, perdagangan, dikhawatirkan para ahli.

Para ahli khawatir nantinya ruang lingkup penelitian dibatasi. "Seluruh lanskap politik tidak menguntungkan untuk melakukan penyelidikan ilmiah yang tidak memihak," kata Wang Linfa, seorang ahli virus di Singapura yang juga bagian dari WHO.

"Saya merasa kasihan kepada anggota tim," lanjut Wang.

Pemerintah China awalnya dinilai menutup-nutupi wabah, tetapi Wang mengatakan bahwa belakangan ini ada kemungkinan China bekerja sama dengan para ahli internasional. Namun, investigasi WHO disebut Wang kemungkinan besar hanya bersifat simbolis karena 'politik' yang lebih luas dapat membuat para ahli di China tidak mau berbagi penelitian yang berharga.



Simak Video "Satgas Sebut Banyak Orang Masih Tak Percaya Bahaya Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/kna)