Kamis, 23 Jul 2020 05:50 WIB

Tidur di Lantai Bikin Paru-paru Basah? Ini Faktanya

Elsa Himawan - detikHealth
Nervous woman suffering from insomnia and lying in bed late at night, she is awake and restless, top view Tidur di lantai bikin paru-paru basah? (Foto: ilustrasi/thinkstock)
Jakarta -

Tidur di lantai seringkali terasa lebih nyaman, terutama saat cuaca sedang gerah-gerahnya. Banyak yang melakukannya karena 'lebih adem'. Tapi tak sedikit juga yang percaya hal itu bisa menyebabkan paru-paru basah.

Anggapan ini tidak sepenuhnya benar, karena paru-paru basah sendiri tidak terlalu jelas maksudnya. Normalnya, paru-paru selalu dalam kondisi basah. Namun jika yang dimaksud adalah penumpukan cairan, maka kemungkinan besar lebih terkait pneumonia.

Ada banyak penyebab pneumonia, salah satunya infeksi bakteri streptococcus pneumoniae. Virus Corona COVID-19 juga bisa memicu pneumonia.

Namun tidur di lantai hingga saat ini tidak termasuk penyebab pneumonia secara langsung. Bahkan, beberapa pakar menyebut ada manfaatnya.

1. Membentuk postur

Sampai saat ini memang belum ada bukti ilmiah bahwa tidur di lantai dapat menghilangkan sakit punggung. Akan tetapi ada manfaat lain yang dihasilkan, seperti membentuk postur punggung mu menjadi lebih tegap karena tidur di kasur yang lembut dapat menyebabkan tulang belakang melengkung.

Ya, asal posisinya ideal sih. Kalau meringkuk, ya sama saja.

2. Mengatasi pegal linu

Linu panggul adalah rasa sakit yang melibatkan saraf linu dari punggung bawah ke pinggul, bagian bokong, dan kaki. Linu panggul dapat diperbaiki dengan tidur di kasur yang lebih keras, salah satunya seperti lantai. Permukaan kasur yang lembut justru memperburuk keadaan linu panggul karena membuat persendian mu menjadi tegang.

Akan tetapi sampai sekarang, masih belum ada bukti secara ilmiah bahwa tidur di lantai dapat mengobati linu panggul, sehingga jika kamu mau mencobanya, konsultasi terlebih dahulu pada dokter atau terapis fisik.

3. Lebih mudah bangun pagi

Tidur di kasur yang empuk dan nyaman, biasanya membuatmu lebih malas untuk bangun. Itulah sebabnya, tidur di tempat yang keras bisa membuatmu sedikit tidak nyaman, sehingga memutuskan untuk enggan berbaring lebih lama. Hal ini dapat membuatmu bisa bangun lebih awal.

4. Ada risikonya juga

Akan tetapi, di balik tiga kelebihan itu kamu juga harus mengetahui resiko dari tidur di lantai. Bagi yang mudah masuk angin, tidur di lantai bisa membuatmu kedinginan. Selain itu juga bisa memicu alergi karena debu dan titik kotoran yang menempel pada lantai, serta berpotensi mengalami nyeri pada bagian persendian dan punggung. Dengan demikian, bagi orang tua, orang yang cenderung mudah merasa kedinginan, dan seorang yang mengalami radang sendi, tidak dianjurkan untuk tidur di lantai.

Jika kamu ingin tidur di lantai, sediakan tikar atau matras yang agak tipis agar badanmu tidak langsung berkontak dengan lantai, sehingga mengurangi rasa kedinginan dan menjauhkan tubuhmu dari debu, maupun kotoran.



Simak Video "Epidemiolog UI: Corona Lebih Penting Ketimbang Terlibat Pilkada"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)