Sabtu, 25 Jul 2020 13:05 WIB

Kali Ketiga Positif Corona, Presiden Brasil Lepas Masker Saat Temui Penggemar

Defara Millenia Romadhona - detikHealth
Presiden Brasil Jair Bolsonaro ikut turun ke jalan dan berbicara di hadapan para pendukungnya. Dia menyapa pendukungnya dengan tidak memakai masker. Presiden Brasil lepas masker saat bertemu penggemar. (Foto: Getty Images/Andressa Anholete)
Jakarta -

Sejak 7 Juli lalu, Presiden Brasil Bolsonaro dinyatakan positif COVID-19 untuk pertama kalinya. Ia pun menjalani tes kembali untuk ketiga kalinya pada 21 Juli. Namun, dikutip AFP, Jumat (24/7/2020), hasil tes Bolsonaro masih menunjukkan bahwa ia positif COVID-19.

Bukan hanya itu, sehari sebelum menjalani tes pada Senin (20/07/2020), Bolsonaro memposting video siaran langsung di akun Facebook miliknya sedang menemui para penggemar. Namun, saat pertemuan berlangsung ia melepaskan masker di hadapan penggemarnya.

"Brasil berubah, adanya pandemi sangat disayangkan tetapi kita akan mengatasinya. kami memiliki tim menteri negara yang sangat baik, dimulai dengan menteri kesehatan kami," ucap Bolsonaro kepada para pengemarnya, Senin (20/07/2020).

Setelah hasil tes menyatakan Bolsonaro positif COVID-19 untuk ketiga kalinya, pada hari yang sama ia tetap menemui para penggemarnya. Bolsonaro kembali memposting video siaran langsung di akun Facebook miliknya.

Bukan merasa khawatir dan takut akan tertular, justru terlihat di video tersebut para penggemarnya sangat antusias dan bertepuk tangan saat Bolsonaro datang untuk menyapa mereka. Video siaran langsung yang berdurasi 7 menit tersebut mendapat respons yang cukup baik dari masyarakat Brasil, mereka memberi dukungan sekaligus mendoakan kesembuhan dan keselamatan presiden.

"Presiden! Kau adalah kebanggaan keluarga kami negara kami. Selamat dan maju teguh menuju masa depan negara kita," tulis akun Mar** Co*ol*ao.

Seperti yang sudah diumumkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi mengakui transmisi atau penularan virus Corona COVID-19 bisa melalui udara atau airbone. Selain itu, di tengah pertemuan Bolsonaro dengan para penggemarnya, ia menunjukan sebuah obat hydroxychloroquine (obat malaria) yang dikonsumsi untuk mengatasi virus COVID-19.

Menanggapi hal tersebut, sebuah penelitian, dikutip dari Channelnewsasia, mengatakan bahwa obat itu tidak efektif untuk menyembuhkan virus Corona COVID-19 dan berpotensi merusak efek samping. Studi yang dilakukan pada 667 pasien juga menemukan mereka yang mengonsumsi hydroxychloroquine (obat malaria) memberikan efek samping yaitu meningkatkan risiko masalah jantung dan hati.

Sejauh ini Brasil mencatat sebanyak 2,35 juta penduduk yang terinfeksi positif kasus COVID-19. Brasil menduduki peringkat kedua di seluruh dunia.



Simak Video "Siapkah Indonesia Hadapi Varian Corona yang Lebih Ganas?"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)