Senin, 27 Jul 2020 11:15 WIB

WHO: Bepergian Saat Pandemi Corona Layaknya Keputusan Hidup dan Mati

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Negara China, Singapura, dan Jepang adalah negara yang berhasil menghadapi wabah COVID-19 dengan baik. Namun mereka harus mengantisipasi adanya gelombang kedua. Bepergian saat pandemi Corona disebut WHO antara hidup dan mati. (Foto ilustrasi: Getty Images)
Jakarta -

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus memperingatkan keputusan untuk bepergian, apa yang dilakukan, ke mana akan pergi, dan siapa yang akan ditemui selama pandemi Corona ibarat keputusan 'hidup dan mati'.

"Kami meminta semua orang untuk memperlakukan keputusan bepergian layaknya keputusan hidup dan mati, karena memang seperti itu," ujar Tedros dalam briefing COVID-19 virtual, dikutip dari Reuters.

"Mungkin itu bukan hidupmu, tetapi pilihanmu bisa menjadi perbedaan antara hidup dan mati untuk seseorang yang kamu cintai, atau untuk orang lain," sambungnya.

Ia juga mengingatkan bahwa sebagian masyarakat dunia masih rentan terinfeksi Corona. Semua orang wajib mematuhi protokol pencegahan untuk melindungi diri mereka sendiri termasuk memakai masker dan mencuci tangan secara teratur.

Dalam beberapa minggu terakhir terlihat lonjakan wabah Corona yang signifikan di beberapa tempat seperti klub malam dan perkantoran. Tedros juga mengatakan bahwa hanya karena kasus-kasus mungkin terlihat rendah di beberapa tempat, itu tak jadi alasan seseorang menurunkan kewaspadaan mereka.

"Jangan berharap orang lain bisa menjagamu. Kita semua punya peran untuk melindungi diri kita sendiri dan orang lain," pungkas Tedros.



Simak Video "Kesalahan Strategi Negara dalam Tangani Corona Menurut WHO"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/naf)