Senin, 27 Jul 2020 17:05 WIB

Kata Vaksinolog Soal Konspirasi China Ambil Untung dari Vaksin Corona

Firdaus Anwar - detikHealth
The organs of the central nervous system (brain and spinal cord) are covered by 3 connective tissue layers collectively called the meninges. Vaksin Corona diprediksi siap diproduksi paling cepat awal tahun 2021. (Foto ilustrasi: Thinkstock)
Jakarta -

Uji klinis tahap III vaksin Corona buatan perusahaan farmasi Sinovac, China, sempat mengundang kontroversi. Sebagian dari mereka menolak vaksin karena alasan ini konspirasi dari China yang ingin mengambil untung dari pandemi.

"Permainan licik otak komunis... Mereka menyebar virus, mereka juga yang buat vaksinnya...," kata salah satu netizen pengguna Facebook.

Vaksinolog dr Dirga Sakti Rambe, MSc, SpPD, menjelaskan bahwa sebetulnya tidak hanya China yang saat ini mengembangkan vaksin Corona COVID-19. Inggris, Korea, Amerika Serikat, Jerman, bahkan Indonesia sendiri juga sedang berusaha membuat vaksin.

"Kandidat vaksin COVID ada beberapa. Ada dari China, dari Inggris, kemudian negara-negara lain juga mengembangkan. Jadi kebetulan yang kita pilih, pemerintah kita pilih, kandidat vaksin COVID dari Sinovac ini," kata dr Dirga saat dihubungi detikcom, Senin (27/7/2020).

"Misalnya bulan depan ada perusahaan vaksin dari Korea, Genexine, itu juga akan melakukan uji coba kandidat vaksin di Indonesia. Jadi tidak benar ini hanya dari China atau apa. Bahwa China, selain Inggris, bisa lebih awal ya wajar karena memang penyakit ini awalnya dari sana. Mereka punya waktu duluan untuk mengembangkan," lanjut pria lulusan University of Siena ini.

Untuk diketahui vaksin Corona yang akan diuji di Indonesia merupakan uji klinis tahap III. Ini artinya vaksin tersebut sudah lulus uji klinis tahap I dan II yang melihat faktor keamanan dan efektivitasnya.

Relawan yang berpartisipasi juga akan disaring untuk memenuhi standar. Oleh sebab itu dr Dirga mengimbau masyarakat agar tidak perlu khawatir.



Simak Video "Uji Vaksin Corona Sinovac: 90% Lebih Hasilkan Antibodi "
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)