Senin, 27 Jul 2020 18:58 WIB

Harus Bebas COVID-19, Relawan Vaksin Sinovac Juga Akan Dapat Asuransi

Siti Fatimah - detikHealth
Vaccines / Health Care Concept Virus Corona COVID-19 (Foto: iStock)
Bandung -

Sebelum menjalani masa pemantauan dan pengawasan dalam uji klinis vaksin Corona Sinovac asal China, para relawan akan dipastikan bebas dari COVID-19 melalui rapid test dan swab test.

Manajer Lapangan Uji Klinis Vaksin COVID-19 Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Padjadjaran (Unpad) Eddy Fadlyana mengatakan, sebelum injeksi vaksin Sinovac seorang relawan harus dipastikan memiliki kadar imunoglobulin nol yang hanya bisa diketahui melalui rapid test.

"Untuk melihat sebelum imunisasi tidak ada imunoglobulin itu dengan pemeriksaan rapid. Kemudian diperiksa swab juga, kalau-kalau si calon subjek itu terinfeksi virus," ujar Eddy di Kota Bandung, Senin (27//8/2020).

Dia mengatakan, jika calon relawan ada yang ditemukan positif COVID-19 dari swab test, maka rencananya yang bersangkutan akan dikembalikan dan tidak melanjutkan perannya sebagai relawan.

"Kita akan rujuk calon subjek itu untuk ditindaklanjuti penanganan medis COVID. Kemudian calon subjek akan diganti hingga target 1.620 orang terpenuhi," ujarnya.

Lebih lanjut, seluruh relawan nantinya akan diberikan buku catatan untuk mengisi kondisi kesehatan tubuh seperti keluhan yang dirasakan setelah imunisasi. Dia mengatakan, para relawan dipersilahkan untuk berobat ke manapun dengan pemantauan tim Surveilans dari Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

"Kalau sakit makan obat apa, dan kalau dirawat dimana, itu akan kami pantau. Kemudian apakah sakitnya itu covid. Sehingga akhir penelitian ini akan tahu seberapa besar manfaat vaksin. Kalau sudah diketahui manfaatnya bisa digunakan secara nasional," ucapnya.

Tidak hanya mendapatkan rapid test dan swab test, para relawan juga akan mendapatkan asuransi selama proses uji klinis vaksin berlangsung selama 6 sampai 8 bulan.

"Kalau imunisasi jadi tidak dibayar, keuntungannya dia dapat rapid, swab, selama periode sakit dapat asuransi. Kemudian datang ke tempat pelayanan harus pakai taksi atau mobil kita mengganti uang transportasi, semua kebutuhan diganti, segala sakit apapun selama periode penelitian," pungkasnya.



Simak Video "Benarkah Usai Vaksinasi Masyarakat Bisa Hidup Normal Tanpa Masker?"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)