Kamis, 30 Jul 2020 07:33 WIB

Rusia Bakal Jadi Negara Pertama yang Menyetujui Vaksin Corona?

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Virus corona: Para pemimpin dunia sepakat galang Rp120 triliun demi ciptakan vaksin virus corona Rusia bakal jadi negara pertama yang menyetujui vaksin Corona? (Foto ilustrasi: BBC World)
Jakarta -

Rusia disebut akan jadi negara pertama yang menyetujui vaksin Corona. Diprediksi kurang dari dua minggu lagi atau tepatnya 10 Agustus, bahkan bisa lebih awal.

Dikutip dari CNN International, para pejabat Rusia mengatakan vaksin ini akan disetujui untuk penggunaan umum. Orang pertama yang akan mendapatkan vaksin Corona tersebut diprioritaskan untuk para petugas kesehatan sebagai garda terdepan dalam penanganan wabah Corona.

"Ini seperti momen Sputnik," kata Kirill Dmitriev, kepala dana kekayaan negara Rusia, yang membiayai penelitian vaksin Rusia, merujuk pada peluncuran tahun 1957 yang sukses dari satelit pertama di dunia oleh Uni Soviet.

"Orang Amerika terkejut ketika mereka mendengar bunyi Sputnik. Itu sama dengan vaksin ini. Rusia akan sampai di sana lebih dulu," tambahnya.

Namun, Rusia tidak merilis data ilmiah tentang pengujian vaksinnya dan CNN tidak dapat memverifikasi keamanan atau keefektifannya. Para kritikus mengatakan desakan Rusia untuk vaksin datang di tengah tekanan politik dari Kremlin, yang ingin menggambarkan Rusia sebagai kekuatan ilmiah global. Ada juga kekhawatiran luas uji coba vaksin pada manusia sebelumnya tidak dilakukan secara lengkap.

Setidaknya dua belas uji coba vaksin Corona kini tengah berlangsung di seluruh dunia. Sebagian kecil uji coba vaksin Corona ini menunjukkan keefektifan, tetapi sebagian besar peneliti vaksin telah memperingatkan bahwa masih banyak pekerjaan yang tersisa sebelum vaksin mereka dapat disetujui. Sementara beberapa vaksin global sedang dalam tahap uji coba ketiga, vaksin Rusia belum menyelesaikan fase kedua.

Pembuat vaksin berencana untuk menyelesaikan fase tersebut pada 3 Agustus, dan kemudian melakukan pengujian fase ketiga secara paralel dengan vaksinasi pekerja medis. Ilmuwan Rusia mengatakan vaksin ini cepat dikembangkan karena merupakan versi modifikasi dari yang sudah dibuat untuk memerangi penyakit lain. Itulah pendekatan yang diambil di banyak negara lain dan oleh perusahaan lain.

Para pejabat Rusia mengatakan vaksin berusaha dibuat dengan cepat dan mendapat persetujuan sesegera mungkin karena wabah Corona di Rusia sendiri cukup parah. Negara ini sekarang memiliki lebih dari 800 ribu kasus Corona yang dikonfirmasi.

"Ilmuwan kami fokus bukan pada menjadi yang pertama tetapi pada melindungi orang," kata Dmitriev.

Pejabat mengatakan data ilmiah mereka saat ini sedang dikompilasi dan akan tersedia untuk peer review dan publikasi pada awal Agustus.

"Rusia memperkuat posisi kepemimpinannya dalam pengembangan vaksin dan platform vaksin Ebola dan MERS yang telah terbukti untuk membawa solusi pertama yang aman dan efisien untuk masalah terbesar dunia," Dmitriev mengatakan kepada CNN sebelumnya.

Kementerian Kesehatan Rusia, yang belum mengonfirmasi tanggal persetujuan vaksin Corona pada Agustus, mengatakan staf medis garis depan akan menjadi yang pertama divaksinasi setelah vaksin tersebut disetujui untuk penggunaan umum.

Uji coba vaksin skala besar di Inggris, Amerika Serikat, dan di tempat lain sedang berjalan dengan cepat tetapi belum ada persetujuan lebih lanjut terkait tenggat waktu di mana produk mereka akan disetujui. Hasil awal dari uji coba vaksin yang dikembangkan oleh University of Oxford dan AstraZeneca menjanjikan, tetapi Mike Ryan, direktur eksekutif Program Kedaruratan Kesehatan Organisasi Kesehatan Dunia, mengatakan awal bulan ini bahwa 'masih banyak jalan yang harus ditempuh'.

"Ini adalah studi fase 1. Kita sekarang perlu beralih ke uji coba dunia nyata skala yang lebih besar, tetapi baik untuk melihat lebih banyak data dan lebih banyak produk yang bergerak ke fase penemuan vaksin yang sangat penting ini," katanya.

Awal bulan ini, Kremlin membantah tuduhan mata-mata Rusia meretas laboratorium penelitian Amerika, Kanada, dan Inggris untuk mencuri rahasia pengembangan vaksin. Pejabat Rusia juga membantah laporan bahwa anggota elit politik dan bisnis negara itu termasuk Presiden Rusia Vladimir Putin telah diberikan akses awal ke vaksin.



Simak Video "Vaksin Virus Corona dari China Sudah Masuk ke Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)