Kamis, 30 Jul 2020 18:02 WIB

Fetish di Balik Kisah Viral Kain Jarik di Surabaya, Apa Penyebabnya?

Tim detikcom - detikHealth
fetish kain jarik Foto: Tangkapan layar/Fetish di Balik Kisah Viral Kain Jarik di Surabaya, Apa Penyebabnya?
Jakarta -

Thread atau twit berantai bertajuk 'Predator Fetish Kain Jarik' jadi viral di jagad Twitter. Kata Fetish adalah, Gilang, dan bungkus pun menjadi trending di media sosial bergambar burung itu.

Dalam akun Twitter @m_fikris dikisahkan seorang pria bernama Gilang yang mengaku dari sebuah kampus universitas negeri ternama di Surabaya. Pria ini mengaku sedang melakukan riset dengan membungkus korban layaknya seperti 'pocong'. Korbannya dibungkus selama berjam-jam.

Korban sempat ragu akan permintaan Gilang yang berkedok riset tersebut. Namun dengan segala bujuk rayu, korban akhirnya bersedia menuruti permintaan mahasiswa di kampus negeri itu.

Setelah membaca artikel di atas, tahukah kamu arti fetish? Dilansir WebMD, fetish adalah orang yang memiliki dorongan seksual yang berhubungan dengan benda mati. Seseorang menjadi terangsang secara seksual dengan memakai atau menyentuh objek.

Misalnya, objek jimat bisa berupa barang pakaian, seperti pakaian dalam, sepatu wanita, atau pakaian dalam. Fetish dapat menggantikan aktivitas seksual dengan pasangan atau dapat dikerjakan menjadi aktivitas seksual dengan pasangan yang bersedia melakukan itu. Gangguan terkait, yang disebut parsialisme, melibatkan gairah seksual oleh bagian tubuh, seperti kaki, payudara, atau bokong.

Bagaimana fetish bisa terjadi pada seseorang? Dilansir Healthline, beberapa ahli percaya bahwa pola gairah erotis terkait dengan fetish terjadi sebelum pubertas. Satu teori adalah bahwa hal itu dihasilkan dari kecemasan atau trauma masa lalu. Teori lainnya adalah paparan awal terhadap pengalaman seksual yang menuntut kondisi seseorang untuk percaya bahwa bagian tubuh atau objek nonseksual menarik secara seksual.

Beberapa percaya bahwa kebudayaan mungkin ada hubungannya dengan terjadinya fetish. Penelitian menunjukkan bahwa budaya memainkan peran dalam preferensi untuk bagian atau bentuk tubuh tertentu. Para ahli lain telah menunjukkan bahwa sulit, jika bukan tidak mungkin, untuk menentukan apakah seseorang benar-benar hanya tertarik pada bagian tubuh atau apakah itu bagian dari ketertarikan mereka pada salah satu karakteristik fisik pasangan.

Fetish meski tidak menyakiti siapa pun dan dinikmati di antara orang dewasa yang menyetujui tetap dinilai tidak sehat. Jika Anda khawatir tentang preferensi seksual Anda atau merasa bahwa hal itu berdampak negatif pada segala aspek kehidupan Anda atau orang lain, pergilah ke dokter atau psikiater.



Simak Video "Gilang dan Fetish Kain Jarik Hebohkan Twitter, Apa Itu Fetish?"
[Gambas:Video 20detik]
(nwy/pal)