Kamis, 30 Jul 2020 21:35 WIB

Hari Persahabatan Internasional, Ini Manfaat Silaturahmi Bagi Kesehatan

Tim detikcom - detikHealth
Hari Persahabatan Sedunia 30 Juli - Terkoneksi Tapi Tetap Kesepian? Foto: DW (News)/Hari Persahabatan Internasional, Ini Manfaat Silaturahmi Bagi Kesehatan
Jakarta -

Setiap tanggal 30 Juli diperingati sebagai Hari Persahabatan Internasional. Hal ini setelah Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) mengumumkan pada 27 April 2011 bahwa setiap tanggal itu diperingati sebagai Hari Persahabatan Internasional.

Di Indonesia, Hari Persahabatan Internasional tidak terlalu terdengar gaungnya. Namun persahabatan di Indonesia bisa dilihat dari sebuah lagu. Pernah dengar lirik lagu 'Persahabatan Bagai Kepompong?' Ya lagu berjudul 'Kepompong' ini dinyanyikan Sind3ntosca. Lagu ini ngetop sekitar tahun 2008 di Indonesia. 'Persahabatan bagai kepompong, mengubah ulat menjadi kupu-kupu'.

Lalu apa manfaat silaturahmi bagi kesehatan?

Dalam buku bertajuk 'Inilah Pesan Penting di Balik Berkah & Manfaat Silaturahmi oleh Anna Mariana, Milah Nurmilah disebutkan manfaat kesehatan yakni menjaga kesehatan. Otomatis dengan bersilaturahmi, kita sedikitnya akan berbagi cerita. Bagi orang yang sedang dirundung masalah atau terbebani, bersilaturahmi dapat membantu mengurangi beban yang menggelayut di pundaknya.

Menceritakan apa yang menjadi pikiran, akan sangat membantu untuk menjaga stabilitas kesehatan tubuh. Percayakah Anda, stres atau situasi pada saat diri dan jiwa kita tidak siap menerima sesuatu yang dihadapinya hingga kemudian menjadi beban, ternyata menjadi pemicu timbulnya sakit maag (lambung) dan darah tinggi.

Manfaat silaturahmi bagi kesehatan lainnya yakni berkaca pada kasus Darsem, seorang TKW yang hampir saja menerima hukum pancung di Arab Saudi. Di pengadilan Arab Saudi, Darsem dikenai sanksi hukum pancung karena telah sengaja menghilangkan nyawa majikannya.

Darsem beralasan, hukuman itu disebabkan majikannya yang hendak memperkosanya. Kasus Darsem ini adalah satu dari sekian banyak permasalahan menyangkut TKW yang mengalami hukuman penjara di negeri tempat mereka mengadu nasib.

Setelah diangkat media, kasus itu membuat opini publik dan membuat gebrakan memberi sumbangan untuk Darsem. Sebagian dari bangsa ini kemudian berbondong-bondong menyisihkan rezekinya untuk menolong saudaranya yang sedang dalam peradilan hukum pancung.

Uang yang terkumpul pun akhirnya dapat menjadi tebusan bagi seorang Darsem untuk bisa bebas. Namun pemerintah Indonesia yang akhirnya membayar tebusan untuk Darsem. Sumbangan dari masyarakat diserahkan kepada Darsem. Darsem dapat menghirup udara segar, merasakan perpanjangan usia, dan mendapat uang miliaran rupiah. Silaturahmi mendulang kesehatan dan panjang umur bagi Darsem.

Namun, saat pandemi corona seperti saat sekarang, perlu dibatasi silaturahmi dengan bertemu langsung. Silaturahmi bisa melalui online. Jika memang harus bertemu, silaturahmi tetap harus memperhatikan jarak minimal 2 meter dan selalu memakai masker. Untuk lansia dan anak kecil disarankan untuk tidak mengikuti atau diajak silaturahmi.

Selamat hari persahabatan nasional!



Simak Video "Ratusan Juta Vaksin Virus Corona Diprediksi Siap Akhir 2020"
[Gambas:Video 20detik]
(nwy/pal)