Jumat, 31 Jul 2020 11:35 WIB

WHO Ingatkan Usia Muda Jangan Remehkan Corona, Masih Ada Risiko Fatal

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Negara China, Singapura, dan Jepang adalah negara yang berhasil menghadapi wabah COVID-19 dengan baik. Namun mereka harus mengantisipasi adanya gelombang kedua. (Foto: Getty Images)
Jakarta -

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengingatkan usia muda bukan berarti kebal virus Corona. Usia muda menjadi salah satu penyumbang kasus Corona tertinggi di beberapa negara.

Sementara kematian karena Corona yang terjadi pada usia muda memang umumnya lebih rendah. Namun, pasien Corona usia muda kemungkinan memiliki gejala Corona lebih lama bahkan usai dinyatakan negatif atau pulih dari Corona.

"Kami telah mengatakannya sebelumnya dan kami akan mengatakannya lagi, orang-orang muda tetap berisiko saat terpapar Corona," kata Direktur Jenderal WHO Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus pada konferensi pers di kantor pusat WHO, Jenewa, dikutip dari CNBC International pada (31/7/2020).

"Orang-orang muda dapat terinfeksi, orang-orang muda dapat mati, dan orang-orang muda dapat menularkan virus kepada orang lain," katanya.

Tedros mengaku peringatan risiko serius terkait virus Corona bagi anak muda memang menjadi tantangan tersendiri bagi WHO. Sementara Dr Maria Van Kerkhove, kepala unit penyakit dan zoonosis WHO, mengatakan mayoritas orang muda cenderung memiliki gejala virus Corona COVID-19 yang lebih ringan, tetapi bukan berarti semua usia muda saat terpapar memiliki gejala ringan. Beberapa usia muda bahkan mengalami sakit parah hingga meninggal.

"Bahkan orang yang memiliki penyakit ringan, beberapa dari mereka akan sembuh dengan baik. Tetapi beberapa dari mereka memiliki efek jangka panjang, dan kami baru mulai benar-benar belajar tentang ini," kata Maria Kerkhove.

Maria menambahkan, ada usia muda yang mengalami gejala berat seperti mengidap kelelahan ekstrem, sesak napas, atau kesulitan melanjutkan kegiatan normal seperti kembali bekerja atau gym bahkan setelah mereka pulih.

"Kami sedang belajar apa artinya itu," katanya.

Kerkhove mengatakan ada sejumlah hal yang dapat dilakukan usia muda untuk mencegah penyebaran virus Corona, termasuk mencuci tangan, menjaga jarak sosial, mengenakan masker dan menghindari tempat-tempat ramai seperti bar.

"Kami secara konsisten melihat klub malam sebagai penguat transmisi," katanya.

"Ini sangat disayangkan karena tahu bahwa kaum muda ingin melanjutkan kegiatan normal," lanjutnya.

Pejabat di Amerika Serikat telah memperingatkan bahwa lebih banyak usia muda yang terinfeksi virus Corona COVID-19 dalam beberapa minggu terakhir. Penasihat kesehatan Gedung Putih, pakar ahli infeksi menular terkenal di AS, Dr Anthony Fauci mengimbau usia muda agar sadar dengan risiko Corona.

"Anda harus memiliki tanggung jawab untuk diri sendiri tetapi juga tanggung jawab sosial bahwa jika Anda terinfeksi bukan hanya Anda yang terkena dampaknya. Anda sedang menyebarkan pandemi," sebut Fauci, direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular, mengatakan kepada CEO Facebook Mark Zuckerberg dalam sebuah wawancara.



Simak Video "Kesalahan Strategi Negara dalam Tangani Corona Menurut WHO"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)