Minggu, 02 Agu 2020 19:40 WIB

Wanita 28 Tahun Harus Jalani Transplantasi Paru Agar Bisa Sembuh dari Corona

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Kasus positif COVID-19 di ibu kota disebut kini alami perlambatan yang signifikan. Hal itu beri semangat baru bahwa Indonesia dapat bangkit lawan Corona. Ilustrasi pasien Corona. (Foto: Antara Foto)
Jakarta -

Seorang wanita asal Chicago, Amerika Serikat, menjadi pasien pertama di negara tersebut yang menerima transplantasi paru ganda akibat COVID-19.

Mayra Ramirez, yang masih berusia 28 tahun, harus menjalani transplantasi pari pada 5 Juni lalu karena kerusakan paru permanen yang diidapnya karena infeksi virus Corona.

Untuk memenuhi persyaratan transplantasi, ia harus dinyatakan bersih dari virus sebab pasien transplantasi paru harus mengonsumsi obat untuk menambah kekebalan tubuh pasca operasi. Fungsi dari obat tersebut adalah untuk mencegah tubuh menolak organ baru.

"Begitu tubuh Mayra melawan virus, sangat jelas bahwa kerusakan paru yang dia alami tak akan bisa pulih dan kami harus melakukan transplantasi paru," jelas Dr Beth Malsin, spesialis paru dan perawatan klinis di Northwestern Memorial Hospital dikutip dari Live Science.

Mayra akhirnya terbangun setelah 10 jam dioperasi. Sesaat setelah sadar, ia mengaku tak mengenali tubuhnya.

"Saya tidak mengenali tubuhku sendiri," tutur Mayra.

Sebelum menjalani operasi, Mayra menghabiskan enam pekan di unit perawatan intensif dengan menggunakan ventilator dan ECMO, alat yang memompa darah teroksigenasi ke seluruh tubuh ketika jantung dan paru tidak dapat melakukannya.

Spesialis bedah yang menangani kasus Mayra menyebut wanita muda itu harus mengonsumsi obat anti-penolakan selama sisa hidupnya. "Tetapi karena dia masih muda dan sehat, dia akan terus menjadi kuat," tutur Dr Ankit Bharat.

Selain Mayra, rumah sakit itu juga melakukan transplantasi paru ke Brian Kuhns, seorang pasien coronavirus berusia 62 tahun.

"Mayra dan Brian tidak akan hidup hari ini tanpa transplantasi paru-paru. COVID-19 benar-benar menghancurkan paru-paru mereka, dan mereka sakit parah saat menjalani prosedur transplantasi," tutur dr Bharat.

Setelah transplantasi paru, lebih dari 90 persen pasien dapat bertahan setelah pergantian organ dan dapat beraktivitas dengan normal dalam waktu satu tahun. Sekitar 50 persen penerima transplantasi paru bertahan hidup selama setidaknya lima tahun setelah prosedur, dan ada laporan beberapa orang yang hidup 20 tahun atau lebih, menurut Layanan Kesehatan Nasional Inggris.



Simak Video "Kenali Gejala Lain Saat Terinfeksi Virus Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)