Senin, 03 Agu 2020 11:58 WIB

Jutaan Nakes di Filipina Kelelahan Tangani Corona, Minta Lockdown Diberlakukan

Ayunda Septiani - detikHealth
Sejumlah tenaga kesehatan mengenakan alat pelindung diri (APD) saat uji rapid test COVID-19 masal di Kota Pekanbaru, Riau, Kamis (4/6/2020). Kementerian Keuangan menyatakan hingga kini belum mengantongi data tenaga kesehatan (Nakes) dari pemerintah daerah yang menangani COVID-19, sehingga insentif untuk tenaga medis belum bisa dicairkan. ANTARA FOTO/FB Anggoro/nz Nakes berjuang hadapi pandemi Corona. (Foto ilustrasi: ANTARA FOTO/FB Anggoro)
Jakarta -

Lebih dari 1 juta tenaga kesehatan di Filipina menyatakan kewalahan hadapi pandemi virus Corona COVID-19. Mereka mendesak Presiden Filipina Rodrigo Duterte untuk memberlakukan kembali aturan pembatasan atau lockdown di sekitar ibukota Manila.

Desakan kepada Presiden Duterte ini berasal dari 80 kelompok yang mewakili 80.000 dokter dan perawat. Melonjaknya kasus virus Corona COVID-19 dalam tiga hari berturut-turut yang tidak terkontrol membuat sistem kesehatan di Filipina terancam kolaps. Inilah alasan yang membuat para tenaga kesehatan menyerukan untuk pengawasan lebih ketat di ibu kota dan provinsi terdekat.

"Petugas kesehatan kami kelelahan dengan jumlah pasien yang tampaknya tak berujung dan berbondong-bondong ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan darurat," jelas kelompok yang dipimpin oleh Fakultas Kedokteran Filipina dalam surat kepada presiden, dilansir dari laman Reuters, Senin (3/8/2020).

"Kami kalah melakukan pertarungan dengan virus Corona COVID-19," tambah surat tersebut.

Filipina pada hari Jumat (31/7/2020), mencatat 4.063 kasus baru. Sedangkan pada Sabtu (1/8/2020), ada sekitar 4.963 kasus baru dan hari Minggu ada penambahan sekitar 4.884. Pada Senin (3/8/2020), Filipina mencatat penambahan kasus harian terbesar dengan 5.032 kasus.

Ahli kesehatan di Filipina pun menyarankan untuk memberlakukan lockdown selama dua minggu di Manila dan di provinsi selatan hingga pertengahan bulan Agustus.

Sementara itu, Duterte bereaksi memerintahkan lembaganya untuk segera menangani masalah ini.

"Istana memahami harus ada tindakan keseimbangan antara kesehatan masyarakat dan kesehatan ekonomi negara," kata juru bicara Duterte, Harry Roque dalam sebuah pernyataan.

Dikutip dari Worldometers, Filipina kini mencatat sekitar 103.185 kasus positif yang konfirmasi, dan sekitar 2.059 kasus kematian akibat virus Corona.



Simak Video "Sejumlah Negara Diminta WHO Kembali Lockdown"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)