Rabu, 05 Agu 2020 08:31 WIB

Ledakan di Lebanon Lepaskan Gas Beracun Nitrous Oxide

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
EDITORS NOTE: Graphic content / A helicopter puts out a fire at the scene of an explosion at the port of Lebanons capital Beirut on August 4, 2020. (Photo by STR / AFP) Ledakan di Lebanon dipicu oleh 2.750 ton amonium nitrat (Foto: AFP/STR)
Jakarta -

Ledakan 2.750 ton amonium nitrat di Beirut, Lebanon, tak cuma menyisakan puluhan korban jiwa dan ribuan luka-luka. Udara kota Beirut juga tercemar gas beracun nitrous oxide atau N2O.

Warga diimbau menggunakan masker dan tetap berada di dalam ruangan. Imbauan serupa juga dikeluarkan oleh kedutaan Amerika Serikat kepada warganya di Beirut.

"Ada laporan gas beracun terlepas dalam ledakan sehingga seluruh di area harus tetap berada di dalam ruangan dan menggunakan masker jika tersedia," demikian bunyi pesan tersebut, dikutip dari Washington Post, Rabu (5/8/2020).

Dikutip dari Healthline, nitrous oxide merupakan gas tidak berwarna dan tidak berbau dan dikenal sebagai 'gas tertawa'. Jika terhirup, gas ini bersifat sedatif atau menenangkan tetapi dalam kadar tertentu bisa menyebabkan keracunan.

Beberapa gejala akut keracunan nitrous oxide antara lain:

  • Pusing, mual, muntah
  • Letih
  • Sakit kepala
  • Keringat berlebih
  • Menggigil.


Simak Video "Dibantu UEA, WHO Kirim Bantuan ke Lebanon"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)