Rabu, 05 Agu 2020 14:05 WIB

6 Hal Penting Bekal Bumil Sebelum Jadi Busui

Content Promotion - detikHealth
Mecosin Foto: Shutterstock
Jakarta -

Tidak kalah pentingnya dengan masa kehamilan, masa menyusui pun sudah seharusnya dipersiapkan oleh ibu hamil (Bumil) dengan baik. Walau tidak semua Bumil otomatis menjadi ibu menyusui (Busui), dengan berbagai penyebab dan kendala yang berbeda-beda.

Namun momen alami Bunda menyusui anak dan memberikan Air Susu Ibu (ASI)-nya kepada sang buah hati tetap perlu diupayakan semaksimal mungkin. Tak dapat dimungkiri, dibutuhkan waktu untuk melatih sang bayi agar proses menyusuinya dapat berjalan dengan baik dan lancar.

Permasalahan ketidaklancaran proses menyusui bisa berasal dari Bunda sendiri, atau bisa juga berasal dari sang bayi. Masalah yang berasal dari Bunda dapat berupa produksi ASI yang kurang, atau kecemasan dari Bunda yang dapat menyebabkan ASI-nya tidak keluar.

Sedangkan masalah yang berasal dari bayi dapat berupa perlekatan mulut bayi pada payudara Bunda yang salah, atau bayi sudah diberikan susu formula sehingga tidak mau lagi menyusu pada Bundanya.

MecosinMecosin Foto: Dok. Mecosin

Untuk mengatasi masalah tersebut, berikut 6 hal penting yang harus menjadi catatan penting untuk Bumil agar sukses menjadi Busui:

Lakukan Inisiasi Menyusui Dini (IMD)

IMD adalah proses menyusui yang dilakukan segera setelah bayi lahir. Dilakukan pada 30 menit sampai 1 jam pertama setelah bayi lahir. Caranya bayi diletakkan pada dada atau perut Sang Bunda. Secara alami bayi akan mencari sendiri puting Bundanya untuk kemudian melakukan gerakan menyusu pada si Bunda. Banyak sekali manfaat IMD ini, salah satunya pemberian ASI eksklusif menjadi lancar.

Perlekatan Mulut Bayi pada Payudara Bunda Harus Benar

Lekatkan mulut bayi bukan hanya di puting saja tetapi juga pada sebagian besar areola (daerah kehitaman pada payudara), karena letak gudang ASI (Sinus Lactiferous) berada di bawah areola ini.

Susui Bayi Sesering Mungkin Sesuai Permintaan Bayi (On demand)

Jangan membatasi permintaan bayi untuk menyusu. Bayi akan berhenti menyusu setelah ia kenyang. Jadi yang perlu Bunda pahami adalah ASI mudah sekali diserap oleh usus bayi, sehingga perut bayi cepat kosong dan menjadikan bayi jadi mudah lapar. Jadi jangan heran bila setiap 2-3 jam sekali bayi Bunda merengek minta disusui. Ini bukan berarti ASI tidak membuatnya kenyang, tetapi ini karena perutnya cepat kosong karena ASI mudah sekali diserap usus.

Susui Bayi pada Kedua Payudara Secara Bergantian

Agar produksi ASI pada kedua payudara Bunda sama banyaknya, maka hendaknya Bunda menggunakan payudara secara bergantian saat menyusui. Susui bayi pada salah satu payudara sampai kosong, setelahnya barulah kemudian ganti dengan payudara berikutnya.

Hindari Kelelahan dan Stres Berlebihan

Kelelahan dan stres yang berlebihan akan menghambat kerja hormon oksitosin, yaitu hormon yang bertugas mendorong ASI keluar untuk dapat diisap oleh bayi.

Perbanyak Konsumsi Sayuran yang Bersifat Galactagogue

Makanan yang Bunda makan sehari-hari, merupakan bahan baku ASI. Banyak makan sayuran yang dapat meningkatkan produksi ASI (galactagogue) sangat dianjurkan, seperti misalnya daun katuk. Daun katuk telah terbukti dapat meningkatkan produksi ASI. Di dalam daun katuk terdapat zat polyphenol yang dapat meningkatkan kerja hormon prolactin, di mana hormon ini bertugas memproduksi ASI.

MecosinMecosin Foto: Dok. Mecosin

Untuk mendapatkan manfaat daun katuk ini, Bunda tidak perlu lagi repot-repot mencari daun katuk, untuk kemudian memasaknya setiap hari. Cukup minum LANCAR ASI 3x1 kaplet-setiap hari selama menyusui, maka produksi ASI Bunda akan meningkat.

Menyusui adalah momen yang sangat berharga untuk Bunda dan buah hati, sehingga Bunda patut mensyukurinya. Sebab tidak semua wanita bisa mendapatkan kesempatan berharga ini. Jalanilah momen berharga kedekatan Bunda dan bayi dengan rasa bahagia, dan pastikan produksi ASI Bunda lancar bersama LANCAR ASI.

MecosinMecosin Foto: Dok. Mecosin
(ads/ads)