Kamis, 06 Agu 2020 04:47 WIB

Diabetes Komorbid Corona, Salatiga Canangkan Gerakan Sehari Tanpa Nasi

Angling Adhitya Purbaya - detikHealth
Rice cooker Gerakan sehari tanpa nasi (Foto: Istock)
Semarang -

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menganggapi positif Gerakan Sehari Tanpa Nasi (GSTN) yang dicanangkan Wali Kota Salatiga, Yulianto. Selain untuk ketahanan pangan, menurut Ganjar tidak tergantung pada nasi juga baik untuk kesehatan.

"Boleh saja sehari tidak pakai nasi, maunya kan mengurangi nasi bagus, sehingga ada diversifikasi pangan," kata Ganjar, Rabu (5/8/2020).

Menurut Ganjar mengurangi konsumsi nasi juga baik untuk kesehatan karena baik untuk orang yang memiliki potensi sakit gula dan darah tinggi. Telebih dari data kasus COVID-19 di Jateng dua penyakit tersebut merupakan komorbid yang paling beresiko.

"Nasi kan ada gulanya padahal orang yang punya potensi (penyakit) gula dan darah tinggi ini dua yang biasanya dari data meningal kan komorbid, yang bahaya. Saya kira ada baiknya juga itu, biar orang tidak tergantung nasi," ujarnya.

"Tapi problemnya wong Jowo nek durung mangan sego durung madang ngono lho (orang Jawa kalau belum makan nasi belum makan). Tapi itu (GSTN) bagus juga sih, enggak apa-apa," canda Ganjar.

Diberitakan sebelumnya Yulianto mengeluarkan Surat Edaran No 520/347/415 tentang GSTN yang meminta masyarakat mengonsumsi makanan lokal non-beras satu hari dalam sebulan. Disebutkan juga dalam rapat atau pertemuan yang digelar Pemkot Salatiga harus menggunakan makanan non-beras dari produk lokal atau dalam negeri.

Yulianto menyebut GSTN bertujuan agar masyarakat beralih ke makanan lokal non-beras sehingga meningkatkan ketahanan pangan. Ia juga menyebutkan agar ad kebiasaan hidup sehat. Yulianto mengaku sudah mempraktekan sendiri.

"Saya sendiri sudah mempraktikkannya, diet nasi. Jadi nanti sehari dalam sebulan nasi diganti singkong, umbi-umbian. Ya mencegah penyakit tidak menular seperti jantung, kolesterol, dan asam urat yang bisa dipicu karena makanan," kata Yulianto saat ditemui detikcom di rumah dinasnya, Selasa (4/8/2020).

Meski surat sudah beredar, untuk pelaksanaan masih melihat situasi pandemi. Jika sudah zona hijau maka mulai ditentukan tanggalnya, sedangkan saat ini menurut Yulianto, Salatiga sudah mulai hijau.

"Untuk administrasi sudah ya suratnya. Nanti serentak tapi kita belum tentukan timing-nya. Melihat COVID-nya dulu," jelas Yulianto.



Simak Video "Penyandang Diabetes Tetap Aman Pergi ke RS saat Pandemi Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(alg/up)