Kamis, 06 Agu 2020 17:33 WIB

Aman Berobat Saat Pandemi, Ini Cara Datangkan Dokter ke Rumah

Nurcholis Ma'arif - detikHealth
dokter datang ke rumah Foto: shutterstock
Jakarta -

Masyarakat yang mengidap penyakit kronis semakin merasa cemas dengan adanya pandemi COVID-19. Hal itu disebabkan karena mereka rentan terinfeksi dan dibatasi untuk berobat atau kontrol penyakitnya ke rumah sakit atau berbagai fasilitas kesehatan (faskes) lainnya.

Layanan telemedis seperti aido Health bisa jadi alternatif untuk tetap mendapatkan pelayanan kesehatan di masa pandemi ini. VP Operations and Partnerships aido health, Jyoti Nagrani mengatakan pandemi memang mengubah banyak aspek kehidupan, termasuk healthcare delivery.

"Jadi kami melihat pandemi COVID-19 membuat mereka pengidap penyakit kronis lebih merasakan dampaknya. Walaupun mereka sekarang stabil tapi memerlukan pengobatan rutin dan dalam jangka panjang. Gara-gara penundaan pelayanan kesehatan, ada risiko lebih parah," ujar Jyoti dalam Virtual Press Conference aido Health Launching, Kamis (6/8/2020).

Jyoti mengatakan aido Health saat ini memiliki tiga layanan, yaitu telekonsultasi dokter spesialis, mendatangkan tenaga medis profesional seperti dokter umum, fisioterapis, maupun perawat ke rumah, dan laboratorium di rumah. Ke depan, aido Health juga akan meluncurkan marketplace farmasi dan alat medis.

"Kita konsen ke online dan offline, karena ada beberapa hal yang kami memikirkan health delivery dan continuity of care. Jika memang dibutuhkan akan dirujuk ke rumah sakit, tapi kalau cukup dengan telekonsultasi, bisa dibatasi, dengan adanya layanan online ini," ujarnya.

"Adanya berbagai aplikasi digital, masyarakat mendapat berbagai layanan kesehatan tidak hanya di faskes, hanya di RS atau klinik, tapi bisa juga di rumah, tapi tetap center of delivery-nya tetap di RS karena mereka adalah experts dari pelayanan kesehatan," imbuhnya.

Lebih lanjut Jyoti menekankan aido Health merupakan platform digital kesehatan berbasis faskes, sehingga setiap hasil telekonsultasi medis akan terekam di data pasien yang ada rumah sakit maupun klinik tempat dokter tersebut bekerja.


Sejak diluncurkan belum lama ini, sebanyak 50-55% pengguna aido Health berasal dari kelompok 26-40 tahun. Lalu sekitar 30% berasal dari milenial atau di bawah 25 tahun dan generasi baby boomer atau 55 tahun ke atas masih di angka 7-8%.

"Saat ini sudah bekerja sama dengan 25 RS di seluruh Indonesia. Target di tahun ini, bisa bekerja sama dengan 30 RS lagi, dengan 950 dokter spesialis dari RS tersebut yang tergabung dengan aplikasi dan lebih dari 30 spesialisasi," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum PB IDI, Daeng M Faqih mengatakan platform digital layanan kesehatan membuat akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan semakin terbuka selebar-lebarnya. Platform digital juga diharapkan dapat meningkatkan mutu pelayanan kesehatan buat warga.

"IDI mendorong platform kesehatan digital menjadi salah satu yang strategis untuk bisa mendorong pelayanan kesehatan yang lebih baik di Indonesia. Mudah-mudahan kawan aido Health yang telah mengembangkan fasilitas kesehatan ini terus berkreasi supaya pelayanan kesehatan Indonesia semakin baik, baik akses maupun mutu pelayanan, untuk masyarakat menjadi lebih baik," pungkasnya.





Simak Video "Ketua Riset COVID-19: Buat Obat Itu Prosesnya Panjang"
[Gambas:Video 20detik]
(mul/ega)