Kamis, 06 Agu 2020 19:01 WIB

Ilmuwan Prediksi Vaksin Corona Kurang Efektif Melindungi Orang Obesitas

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
The doctor prepares the syringe with the cure for vaccination. Ilmuwan prediksi vaksin Corona kurang efektif pada orang obesitas. (Foto ilustrasi: iStock)
Jakarta -

Banyak ilmuwan di dunia masih terus berlomba membuat vaksin Corona. Tetapi, beberapa ilmuwan menduga jika vaksin yang ditemukan nantinya kurang efektif untuk melindungi orang-orang yang memiliki berat badan berlebih atau obesitas.

Para peneliti menunjukkan bahwa vaksin lainnya yang berasal dari tahun 1985, seperti flu, hepatitis A dan hepatitis B, juga tidak memberikan kekebalan pada orang dewasa yang mengalami obesitas.

"Akankah kami memiliki vaksin virus Corona tahun depan yang efektif untuk orang yang mengalami obesitas? Tidak mungkin," kata Raz Shaikh, seorang profesor di departemen nutrisi di Universitas Carolina Utara yang dikutip dari Fox News, Kamis (6/8/2020).

Konon, mereka yang mengalami obesitas sangat dianjurkan untuk mendapatkan vaksinasi. Tetapi, belum ada vaksin yang ampuh untuk mereka.

"Vaksin influenza memang masih bekerja pada pasien obesitas, tetapi nyatanya tidak terlalu baik," ujar Direktur Riset Diabetes Universitas Alabama, Amerika Serikat, Dr Timothy Garvey.

Di Amerika Serikat, ada lebih dari 40 persen orang dewasa yang mengalami obesitas. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) pun telah memperingatkan bahwa kondisi mereka bisa meningkatkan risiko jika terinfeksi virus Corona.

Obesitas ini memang telah diakui sebagai salah satu faktor risiko yang signifikan dalam penyebab kematian penyakit kanker dan kardiovaskuler. Ahli imunologi menemukan ternyata obesitas juga memiliki dampak yang negatif terhadap respon kekebalan tubuh.

Namun, menurut Dr Larry Corey yang mengawasi uji coba fase II oleh National Institute of Health, berdasarkan uji klinis vaksin untuk virus Corona ini tidak memiliki pengecualian dalam hal berat badan.



Simak Video "WHO Targetkan 2 Miliar Vaksin Tersedia Akhir 2021"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/kna)