Sabtu, 08 Agu 2020 09:40 WIB

Pakar Ungkap Aktivitas Rawan yang Memunculkan Klaster Corona, Apa Saja?

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Sejumlah pegawai kembali bekerja di kantor usai sebelumnya bekerja dari rumah. Guna cegah virus Corona para pegawai pakai face shield hingga masker saat bekerja Mewaspadai klaster Corona di perkantoran. (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Infeksi virus Corona di Indonesia masih bertambah setiap harinya. Saat ini banyak bermunculan klaster Corona yang mengkhawatirkan masyarakat.

Klaster sendiri adalah peningkatan jumlah kasus yang besar dalam satu kelompok tertentu, misalnya klaster pasar, pemukiman, atau klaster perkantoran yang kemarin sempat ramai dibicarakan.

Juru bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito mengatakan ada beberapa penyebab munculnya klaster Corona di perkantoran. Menurutnya klaster di perkantoran bisa terjadi karena ada karyawan yang tadinya terjangkit dari pemukiman atau bisa dalam perjalanan menuju kantor.

"Sebenarnya orang yang berkantor itu kan asalnya dari rumah jadi pastinya dari pemukiman ada klaster dan itu bisa tertularnya bisa di rumah atau perjalanannya menuju kantor. Ke depannya mungkin bisa jadi terbentuk klaster terminal karena transportasi," kata Wiku dalam siaran BNPB di Youtube dan ditulis Sabtu (8/8/2020).

Tapi sebenarnya apa sih yang memicu klaster Corona bermunculan?

"Saya mengamati ketika stay at home, orang-orang mencari kegiatan yang bisa mengkompensasi kebosanan. Di pemukiman, anak-anak tuh berkumpul tidak tinggal di rumah. Nongkrong makin sering, ramai-ramai, itu potensial (memicu klaster)," terang pakar kesehatan masyarakat, Prof dr Ascobat Gani, MPH, DrPH.

"Kedua adanya kelompok sport bersama, misalnya gowes. Kemarin ada yang gowes satu kelompok banyak yang positif, jadi klaster sendiri," sambungnya.

Banyaknya orang yang saat ini akhirnya keluar rumah tanpa menerapkan protokol kesehatan seperti jaga jarak dan memakai masker juga berkumpul dalam satu waktu di satu tempat dengan jumlah orang yang banyak menjadi pemicu munculnya klaster Corona. Misalnya dalam upacara adat dan pesta pernikahan yang saat ini sudah banyak diadakan.

"Itu juga potensial jadi klaster sehingga harus jadi perhatian kita bagaimana protokol kesehatan bisa dikembangkan untuk masing-masing klaster spesifik itu,"



Simak Video "Klaster Pasien Rumah Sakit Jadi Klaster Tertinggi di DKI Jakarta"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/naf)