Rabu, 12 Agu 2020 08:24 WIB

102 Hari Nol Kasus Baru Corona, Selandia Baru 'Kecolongan' Lagi

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Aturan normal baru pasca Corona di Selandia Baru (Mark Barker/ AP Photo) Foto ilustrasi. (Foto: Aturan 'normal baru' pasca Corona di Selandia Baru (Mark Barker/ AP Photo))
Jakarta -

Selandia Baru kembali memberlakukan pembatasan atau lockdown. Hal ini dikarenakan muncul lagi empat kasus baru setelah 102 hari dinyatakan 'bebas' dari COVID-19.

Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengkonfirmasi empat kasus virus Corona yang ditularkan secara lokal pada Selasa (11/8), dan mengumumkan bahwa kota terpadat di Selandia Baru, Auckland, akan di lockdown selama tiga hari.

"Setelah 102 hari, kita memiliki kasus COVID-19 lagi di luar fasilitas karantina, kami telah menyiapkan untuk hal ini," kata Ardern dikutip dari AFP.

Keempat kasus tersebut ditemukan dalam satu rumah di Auckland Selatan. Bepergian ke Auckland akan dilarang kecuali orang tinggal di sana dan sedang dalam perjalanan pulang.

Setelah pengumuman kasus baru, semua pemilik telepon selular di negara ini mendapatkan SMS yang berisi pengumuman "bila anda berada di Auckland, tetap di rumah, selamatkan diri," demikian bunyi pesan tersebut.

Selandia Baru sempat dipuji oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai negara yang sukses mengendalikan penularan virus Corona. Sejak 1 Mei, tidak ada kasus baru yang dilaporkan.

Warga di Selandia Baru menikmati hidup yang hampir normal. Bahkan pertandingan olahraga sudah membolehkan adanya penonton.



Simak Video "Virus Corona Bisa Serang Usus Meski Pernapasan Negatif Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)