Jumat, 14 Agu 2020 13:51 WIB

Soal Jejak Corona di Frozen Food, WHO: Tak Ada Bukti Menular lewat Makanan

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Folder of Coronavirus covid19 2019 nCoV outbreak Virus Corona COVID-19 (Foto: Getty Images/iStockphoto/oonal)
Jakarta -

China kembali menemukan jejak virus Corona dalam makanan beku atau frozen food yang membuat khawatir banyak orang. Namun, direktur eksekutif program darurat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dr Mike Ryan, mengatakan belum ada bukti virus Corona menular lewat makanan hingga saat ini.

"Namun saat ini tidak ada bukti bahwa makanan ikut serta dalam penularan virus Corona," ujar dr Mike Ryan dalam siaran pers di kantor WHO Jenewa, yang dikutip dari CNBC International, Kamis (14/8/2020).

"Orang tidak boleh takut pada makanan atau pengemasan makanan, atau pemrosesan dan pengiriman makanan. Makanan sangat penting," imbuhnya.

"Dan saya tidak suka berpikir bahwa kita akan menciptakan kesan ada masalah dengan makanan kita. Kami berada di bawah tekanan yang cukup (dalam menghadapi pandemi)," jelasnya.

Tak hanya WHO, para peneliti di China pun sampai saat ini masih terus mempelajari masalah tersebut. Bahkan badan internasional sedang melacak temuan mereka.

Dilaporkan NBC News, sebelumnya tiga kota di China melaporkan temuan jejak virus di permukaan frozen food impor selama empat hari. Ini meningkatkan kekhawatiran bahwa virus itu bisa ditularkan melalui makanan dan menyebabkan wabah baru.

Dalam membuktikannya, pejabat WHO mengatakan otoritas kesehatan China sudah menguji setidaknya ratusan ribu sampel frozen food dan menemukan 'sangat sedikit' jejak virus Corona. Mereka juga mengatakan telah mengeluarkan panduan dari United Nations Food and Agriculture Organization yang berkaitan dengan cara menangani makanan dengan aman.

"Bahkan jika virus memang menular lewat makanan yang tidak ditunjukkan oleh bukti, virus dibunuh sebelum kita memakannya," kata kepala unit penyakit dan zoonosis WHO, Maria Van Kerkhove.

"Kalau virus sebenarnya ada di makanan, dan kita tidak punya contoh di mana virus ini ditularkan sebagai bawaan makanan, padahal seseorang sudah mengkonsumsi produk makanan, virus itu bisa dibunuh seperti virus lain juga, bisa dimatikan kalau dagingnya sudah matang," imbuhnya.

"Orang-orang sudah cukup takut, cukup takut pada pandemi COVID-19," tegas Ryan.

Pihak WHO mengatakan temuan ini sangat penting untuk dipelajari lebih dalam lagi. Untuk membuktikan kebenarannya, perlu adanya bukti ilmiah dan WHO tidak akan mengabaikan temuan-temuan itu.

"Penting bagi kami untuk melacak temuan seperti ini, dan penting bagi kami untuk tidak mengabaikan bukti ilmiah di tempat kami menemukannya. Tapi, penting juga bagi orang untuk menjalani kehidupan sehari-hari tanpa rasa takut," jelas Ryan.



Simak Video "Virus Corona Ada di Makanan Beku, WHO Sebut Belum Ada Bukti"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)