Jumat, 14 Agu 2020 19:56 WIB

Viral Dosen Seks Oral dengan Anak Jalanan, Ini Komentar Seksolog

Elsa Himawan - detikHealth
Polisi saat melakukan rilis kasus dosen seks oral dengan anak jalanan di Mapolrestabes Palembang (Raja Adil Siregar/detikcom) Oknum dosen di Palembang diamankan polisi. (Foto: Polisi saat melakukan rilis kasus dosen seks oral dengan anak jalanan di Mapolrestabes Palembang (Raja Adil Siregar/detikcom))
Jakarta -

Warga media sosial dibuat kegegeran dengan peristiwa viral, seorang dosen dari Palembang yang terciduk melakukan oral seks dengan anak remaja. Oknum dosen laki-laki berinisial RK (43) tersebut diamankan polisi karena terlibat aktivitas seks oral dengan seorang remaja laki-laki berusia 14 tahun yang merupakan anak jalanan di Palembang, Sumatera Selatan.

Aksi itu diduga terjadi di sebuah pondok kecil dekat Jalan Gubernur Bastari, pukul 23.30 WIB, Kamis (13/8). RK mengaku, kalau dirinya telah melakukan aksi cabul atau oral sex dengan remaja yang berusia 14 tahun. RK diduga bukan pertama kalinya melakukan aksi seks oral dengan anak jalanan. Ia juga memberi uang kepada remaja laki-laki tersebut berkisar Rp 20-25 ribu.

Menurut seksolog dr Heru Oentoeng, M Repro, SpAnd, dari Siloam Hospitals Kebon Jeruk, peristiwa tersebut tidak bisa dikatakan sebagai pedofilia. Hal ini dikarenakan korban pedofilia biasanya belum mengalami pubertas dan usianya tergolong masih kecil.

"Kalau anak berusia 14 tahun, artinya sudah remaja. Ia tentu mengerti aktivitas seksual dan sudah mengalami pubertas, salah satunya seperti tumbuh bulu-bulu halus pada area tertentu," ujar dr Heru saat dihubungi detikcom, Jumat (14/08/2020).

dr Heru menyampaikan bahwa kemungkinan RK memiliki homoseksual atau ketertarikan dengan sesama jenis. Usia 14 tahun disebut adalah masa-masanya seseorang terlihat subur dan menarik.

Selain itu, dr Heru mengungkapkan kemungkinan lain RK memilih anak jalanan dan bukan pekerja seks. Menurutnya, risiko penyakit menular seksual pada pekerja seks jauh lebih tinggi ketimbang dengan anak jalanan.



Simak Video "BPOM Akan Cabut Izin Darurat Vaksin COVID-19 Jika Terlalu Berisiko"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)