Sabtu, 15 Agu 2020 14:10 WIB

Masker Jenis Ini Memberikan Perlindungan Terbaik untuk Cegah Corona

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
VANCOUVER, BRITISH COLUMBIA - APRIL 4:  Reporter Wendy Luo holds up a N95 mask manufactured by 3M, one of the only masks that guards against germs such as severe acute respiratory syndrome (SARS) April 4, 2003 in Vancouver, British Columbia, Canada. A SARS clinic opened at noon today at St. Vincents Hospital in Vancouver, British Columbia, Canada. SARS is a flu-like illness which has killed at least 80 people, mostly in Asia, and more than 2,200 have been infected around the world. U.S. President George W. Bush listed the mystery virus as a communicable disease by executive order today.  (Photo by Don MacKinnon/Getty Images) Jenis masker yang terbaik cegah virus Corona. (Foto ilustrasi: iStock)
Jakarta -

Bersama dengan tindakan perlindungan lainnya, seperti jarak sosial atau fisik dan tetap menjaga kebersihan tangan, mengenakan masker adalah cara yang mudah, murah, dan berpotensi efektif untuk menghindari penularan COVID-19.

Salah satu alasan pemakaian masker penting karena jumlah pelepasan SARS-CoV-2, virus penyebab COVID-19, sangat besar di awal pajanan penyakit. Orang bahkan bisa tertular sebelum menunjukkan gejala apapun.

Banyak penelitian yang kemudian menunjukkan bahwa penggunaan masker yang meluas dan dipakai secara disiplin oleh seluruh masyarakat dapat membantu membatasi penularan virus khususnya dari pasien asimptomatik.

Tentu saja jenis masker yang dikenakan menawarkan perlindungan yang berbeda. Jadi masker apa saja yang paling efektif untuk menekan penyebaran COVID-19?

Dikutip dari The Guardian, masker jenis N95 menawarkan tingkat perlindungan tertinggi terhadap infeksi Corona yang disusul dengan masker bedah. Hanya saja, kekurangannya adalah tidak nyaman digunakan dalam waktu lama dan persediaan terbatas.

Saat ini baik masker N95 dan masker bedah lebih diperuntukkan bagi tenaga kesehatan dan mereka yang secara langsung berinteraksi dengan pasien COVID-19 di rumah sakit, misalnya petugas pengurus jenazah.

Saat ini yang disarankan adalah penggunaan masker kain. Meski tidak sebaik N95 atau masker bedah karena memiliki celah, masker kain jauh lebih baik daripada tidak menggunakan masker sama sekali.

Hanya saja perlu diperhatikan jenis masker kain yang digunakan. Dalam wawancara dengan detikcom, ahli paru dari RS Persahabatan, dr Diah Handayani, SpP menyebut masker kain tiga lapis berbahan katun efektif untuk menekan penularan Corona karena memiliki pori-pori yang lebih rapat dibandingkan bahan lain.

"Masker yang tidak jelas bahannya kemudian hanya satu lapis, sangat tipis, yang misalnya bahannya berpori besar unsur proteksinya sebagai masker itu kurang," tutur dr Diah.

Perlu diingat bahwa penggunaan masker kain juga harus dibarengi dengan pencucian yang tepat. Masker kain harus segera dicuci setelah digunakan dan usahakan mengganti secara berkala setiap 4-6 jam.

"Sebenarnya penggunaan masker kain kan agar lebih murah ya, lebih terjangkau bagi masyarakat. Tapi jangan jadi menggunakan masker itu tidak diganti-ganti. Itu yang harus diperhatikan," pungkas drDiah.



Simak Video "Catat! Standar SNI untuk Masker Kain: Minimal Dua Lapis"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/fds)