Minggu, 16 Agu 2020 11:44 WIB

Viral Istri Diceraikan karena Sering Minta Bercinta, Ini Penyebab Hiperseksual

Defara Millenia Romadhona - detikHealth
ilustrasi cerai (Foto: iStock)
Jakarta -

Pasangan suami-istri di Tulungagung jadi pembicaraan di media sosial. Sang suami disebut menceraikan istrinya karena sering bertengkar, tidak sanggup melayani permintaan bercinta dari istri.

Kejadian ini dibenarkan pengacara, Muhammad Hufrok Efendi yang menangani kasus tersebut. Ia menceritakan sang istri meminta berhubungan intim hingga sembilan kali dalam sehari.

"Jadi memang betul itu kasus yang saya tangani. Kalau dilihat dari latar belakangnya salah satu pemicunya itu istrinya hiperseksual. Kemudian dari situlah muncul pertengkaran. Nah, yang dijadikan materi perceraian itu pertengkarannya, bukan hubungan seksualnya, karena itu sangat pribadi," jelas Hufron saat dihubungi detikcom.

Menanggapi hal tersebut, seksolog dr Heru H. Oentoeng, MRepro, SpAnd, dari RS Siloam Kebon Jeruk, mengatakan sang istri bisa dikatakan memiliki kondisi hiperseksual. Ini karena permintaan bercinta yang terlalu berlebihan sampai menimbulkan konflik.

"Masuk dalam hiperseksual karena permintaannya yang menggebu-gebu dan juga karena ada konflik sampai menimbulkan pertengkaran," kata dr Heru saat dihubungi detikcom, Minggu (16/8/2020).

Umumnya, seseorang yang mengalami hiperseksual tidak dapat dilihat dari penampilan fisik yang mudah diamati dan dinilai dengan jelas dari luar. Ini hanya bisa diketahui dari aktivitas seksualnya.

"Engga ada cara umum, penampakan ngga ada. Cuman hiperseksual itu kan menilai dari aktivitas seksualnya, dia minta terus minta terus sampai bikin pertengkaran karena kalau tidak digituin dia ngamuk," jelasnya.

Menurut dr Heru, rata-rata hiperseksual bisa disebabkan oleh beberapa faktor yaitu gangguan otak dan gangguan hormonal. Seseorang yang mengalami hiperseksual dapat disembuhkan apabila sudah mengetahui secara pasti faktor penyebab.

"Evaluasi dulu penyebabnya apa. Bisa saja jadi hiperseksual ada gangguan tertentu. Bisa dari otaknya gangguan mental organik, jadi gangguan itu bisa ke saraf pusat otak, atau sel hormonalnya terlalu tinggi sehingga gairahnya sangat tinggi," pungkasnya.



Simak Video "Keresahan Dokter Perihal Thermo Gun yang Ditembak di Tangan "
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)