Rabu, 19 Agu 2020 15:47 WIB

Anggota Konsil Kedokteran Tak Sesuai Rekomendasi Asosiasi, Apa Dampaknya?

Firdaus Anwar - detikHealth
Pelantikan Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) 2019-2024 (Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden) Foto: Pelantikan Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) 2019-2024 (Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) baru saja melantik 17 anggota Konsil Kedokteran Indonesia (KKI). Hanya saja beragam asosiasi profesi dokter memprotes, karena nama yang dilantik disebut tidak sesuai dengan yang direkomendasikan organisasi lewat Kementerian Kesehatan.

KKI sendiri merupakan badan otonom dan non-struktural yang bertanggung jawab langsung pada presiden. Tugasnya adalah melakukan registrasi dokter, mengesahkan standar pendidikan dokter, serta melakukan pembinaan terhadap penyelenggaraan praktik kedokteran.

Selain Ikatan Dokter Indonesia (IDI), organisasi lain yang turut memprotes pelantikan tersebut adalah Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Asosiasi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI), Asosiasi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AFDOKGI), Majelis Kolegium Kedokteran Indonesia (MKKI), Majelis Kolegium Kedokteran Gigi Indonesia (MKKGI), dan Asosiasi Rumah Sakit Pendidikan Indonesia (ARSPI).

"Nama yang dilantik bukan usulan resmi dari tujuh organisasi," kata Wakil Ketua Pengurus Besar IDI dr Slamet Budiarto pada detikcom dan ditulis Rabu (19/8/2020).

Dalam surat yang ditujukan untuk Presiden Jokowi, tujuh organisasi meminta jawaban terkait usulan mereka. Alasannya karena nanti anggota KKI yang dilantik harus bisa berkoordinasi dengan berbagai organisasi dan asosasi untuk menjalankan tugasnya.

"Ibaratnya dipilih wakil, tapi organisasinya enggak tahu. Itukan lucu," lanjut dr Slamet.

Hal serupa juga dikatakan oleh Ketua PDGI Jakarta Pusat drg Ahmad Syaukani. Nama anggota KKI wakil PDGI yang baru dilantik disebut bukan rekomendasi organisasinya.

"Iya nama yang tercantum di Keppres No. 55/M Tahun 2020 tidak sesuai dengan usulan PB PDGI," pungkasnya.

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto sudah menjelaskan perihal penunjukan 17 anggota KKI periode 2019-2024. Terawan mengatakan hal itu lantaran usulan yang diberikan oleh asosiasi dokter tidak memenuhi persyaratan.

"Usulan dari masing-masing unsur tidak memenuhi persyaratan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan seperti tidak membuat surat pernyataan melepaskan jabatan pada saat dilantik menjadi anggota KKI, mengundurkan diri dari PNS kalau yang diusulkan adalah sebagai PNS, dan satu orang diusulkan oleh dua unsur," kata Terawan dalam keterangan tertulisnya.



Simak Video "Menkes: Ditemukan 2 Kasus Mutasi Corona India di Jakarta"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)