Kamis, 20 Agu 2020 20:00 WIB

4 Mitos Keliru Tentang Tidur yang Sering Dipercaya

Elsa Himawan - detikHealth
tidur tanpa bantal Ilustrasi wanita sedang tidur. (Foto: (Shutterstock/Rapeepat Pornsipak))
Jakarta -

Tidur adalah kegiatan terpenting untuk mengisi energi dalam tubuh. Tidur yang baik, tentunya dapat mempengaruhi kualitas dari kegiatan seharian yang kamu jalani nantinya. Karena itu, tak sedikit orang yang akhirnya mencari tahu informasi seputar tidur yang baik.

Namun, informasi seputar tidur yang beredar di masyarakat belum tentu benar. Sering kali informasi tidak tepat malah membuat orang menjadi salah kaprah.

Berikut 4 mitos tentang tidur yang keliru, seperti dikutip dari Medical News Today:

1. Otak mati saat tidur

Faktanya, otak tidak pernah berhenti bekerja saat tidur. Hal ini bisa dibuktikan saat kamu tidur, kamu masih bernapas. Tandanya, otak tetap bekerja mengatur sistem pernapasanmu.

Terlebih lagi mimpi menjadi bukti bahwa otak tetap bekerja bahkan saat kamu tidur.

2. Mengingat mimpi tandanya tidur nyenyak

Kebanyakan orang bermimpi setiap malam, tetapi tidak mengingat mimpi itu saat pagi hari. Ada anggapan orang yang bisa mengingat mimpinya, tandanya mereka tidur dengan nyenyak.

Faktanya, mengingat mimpi disebabkan oleh neuron tertentu yang aktif selama tidur, sehingga berpotensi menekan ingatan mimpi. Oleh sebab itu, mengingat mimpi bukanlah indikasi tidur nyenyak.

3. Tidak boleh membangunkan orang yang berjalan sambil tidur

Klaim umum menyatakan bahwa jika kamu membangunkan orang yang mengalami kondisi berjalan sambil tidur, mereka akan mengalami serangan jantung, bahkan meninggal. Padahal jika kamu melakukan hal itu, yang terjadi hanyalah mereka merasa bingung dan terkadang ketakutan.

Justru, orang yang berjalan sambil tidur dapat melukai diri sendiri karena matanya tengah tertutup. Oleh sebab itu, kamu perlu membangunkan mereka.

4. Alkohol membuat tidur menjadi nyenyak

Faktanya, alkohol dapat membuat seseorang menjadi kesulitan tidur. Selama ini banyak orang yang salah kaprah, mengira mabuk karena alkohol dapat membuat waktu tidur mereka lebih lama.

Padahal untuk bangun dengan perasaan segar, otak harus melalui serangkaian fase dan siklus yang diatur dengan baik. Alkohol justru membuat rangkaian fase tersebut menjadi rusak.



Simak Video "Fakta dan Mitos Soal Eucalyptus hingga Renang Saat COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)