Sabtu, 22 Agu 2020 09:17 WIB

Terpopuler Sepekan: Mutasi Corona D614G Disebut 10 Kali Lebih Menular

Firdaus Anwar - detikHealth
Virus Corona terbaru atau Sars-Cov-2 yang menjadi penyebab COVID-19 memang berbahaya. Tapi tampilannya di bawah mikroskop bisa sangat bertolak belakang. Virus Corona di bawah mikroskop. (Foto: NIAID)
Jakarta -

Salah satu berita terpopuler pekan ini adalah mengenai kabar penemuan mutasi virus Corona COVID-19 yang lebih menular. Mutasi dengan sebutan D614G ini dilaporkan oleh otoritas Malaysia bersifat paling mudah menular di antara seluruh mutasi yang ditemukan.

"Ini ditemukan 10 kali lebih menular dan mudah disebarkan oleh 'super-spreader' individu," kata Direktur Jenderal Kesehatan Malaysia, Noor Hisham Abdullah, seperti dikutip dari The Straits Times beberapa waktu lalu.

Ahli patogen dari laboratorium biologi di Wuhan, Yang Zhanqiu, mengatakan sebetulnya wajar bila virus Corona bermutasi. Hal yang penting untuk diketahui adalah tidak semua mutasi bisa berdampak pada riset kemanjuran obat atau vaksin.

"Adalah hal yang normal jika sebuah virus bermutasi di berbagai negara berbeda dan bahkan di beberapa wilayah di satu negara, karena virus itu beradaptasi dengan DNA warga dan lingkungan setempat," kata Yang, dikutip dari Global Times.

Presiden International Society of Infectious Diseases, Paul Tambyah, juga mengatakan mutasi yang membuat virus bersifat lebih menular belum tentu membuatnya jadi lebih ganas. Mutasi Corona D614G disebut malah bisa jadi kabar baik karena gejala yang ditimbulkan bisa jadi lebih ringan.

"Mungkin itu hal yang baik untuk memiliki virus yang lebih menular tetapi tidak terlalu mematikan," kata Tambyah kepada Reuters.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut hingga saat ini tidak ada bukti mutasi menyebabkan penyakit COVID-19 menjadi lebih berbahaya.



Simak Video "Imunitas Tiap Orang Berbeda, Perhatikan Faktor yang Memengaruhinya"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)