Rabu, 26 Agu 2020 14:00 WIB

Perbandingan 3 Jenis Vaksin Corona Buatan China yang Bakal Dipakai di Indonesia

Ayunda Septiani - detikHealth
Simulasi uji klinis vaksin COVID-19 digelar di Kota Bandung. Simulasi uji klinis itu digelar untuk gambarkan alur pemberian vaksin virus Corona tersebut. Ilustrasi suntik vaksin. (Foto ilustrasi: Yudha Maulana)
Jakarta -

Berbagai negara saat ini tengah mengembangkan vaksin untuk virus Corona COVID-19, termasuk China. Menurut data terbaru dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), China punya 30 kandidat vaksin Corona yang saat ini sedang dalam evaluasi klinis di seluruh dunia.

Dari 30 kandidat vaksin Corona yang sedang dikembangkan China, 3 di antaranya akan dipakai di Indonesia.

Dirangkum detikcom, berikut tiga jenis vaksin Corona China yang akan dipakai di Indonesia.

1. Sinovac

Perusahaan bioteknologi asal China, Sinovac, mengembangkan vaksin Corona dengan metode inaktivasi. Inaktivasi adalah metode pembuatan vaksin dengan menggunakan versi tidak aktif dari jenis virus atau bakteri penyebab penyakit tertentu.

Atas dasar ini, vaksin Sinovac dipilih sebagai mitra pengembangan vaksin oleh Bio Farma. Saat ini vaksin Sinovac tengah melakukan uji klinis fase III di Indonesia pada 11 Agustus lalu, di Bandung, Jawa Barat.

Uji klinis vaksin ini dijadwalkan berjalan selama enam bulan dan ditargetkan selesai pada Januari 2021. Apabila uji klinis vaksin Covid-19 tahap III lancar, maka Bio Farma akan memproduksinya pada kuartal 1 2021 mendatang.

2. Sinopharm

China National Pharmaceutical Group (Sinopharm) saat ini tengah mengembangkan vaksin virus Corona yang potensial. Vaksin ini memasuki uji klinis tahap akhir pada manusia, dan dilakukan di Uni Emirat Arab.

Vaksin Sinopharm ini memanfaatkan virus Corona COVID-19 yang sudah dilemahkan atau sering disebut dengan inactivated vaccine. Kandidat vaksin ini diklaim bisa menjadi yang pertama di dunia yang menunjukkan imunogenisitas dan keamanan yang sangat bagus.

Dalam Journal of American Medical Association (JAMA) yang diterbitkan oleh para ilmuwan bagian dari Sinopharm, tidak mencatat efek samping yang serius dari vaksin ini.

3. CanSino

CanSino Biologics Inc yang merupakan perusahaan biofarmasi spesialis vaksin di China, mengembangkan kandidat vaksin Corona bernama Ad5-nCoV bersama tim yang dipimpin pakar penyakit menular dari militer China, Chen Wei.

Vaksin Ad5-nCoV merupakan vaksin hasil rekayasa genetika dengan adenovirus tipe 5 replikasi sebagai vektor untuk mengekspresikan protein SARS-CoV-2. Sebelumnya dari hasil studi hewan praklinis, Ad5-nCoV menunjukkan hasil yang bisa menginduksi respon imun yang kuat pada hewan saat uji coba.

Uji klinis vaksin Cansino dilakukan di Arab Saudi yang melibatkan setidaknya 5.000 sukarelawan yang berada di negara tersebut.



Simak Video "Janji India Bagikan Vaksin Corona Buatannya ke Seluruh Dunia"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)
dMentor
×
Mindset dan Mental Pengusaha Sukses
Mindset dan Mental Pengusaha Sukses Selengkapnya