Kamis, 27 Agu 2020 11:16 WIB

Pakai Masker di Bawah Hidung Berisiko Tertular Corona, Ini Alasannya

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Pakai masker di bawah hidung Pakai masker di bawah hidung berisiko tertular virus Corona. (Foto: Istock)
Jakarta -

Umumnya memakai masker harus menutup dari bagian hidung, sampai ke dagu dan dipastikan tertutup dengan baik. Tetapi, sebagian orang sering menggunakan masker dengan cara yang tidak tepat, salah satunya memakainya di bawah hidung.

Menurut studi dari beberapa ahli kesehatan baru-baru ini, memakai masker di bawah hidung atau disebut 'half-masking' bisa memberikan kesempatan virus Corona untuk masuk ke dalam tubuh. Hal ini bisa berisiko tertular virus Corona COVID-19.

"Ini seperti memakai celana dengan hanya satu kaki. Masker atau penutup wajah lainnya harus menutupi hidung dan juga mulutmu," kata Dr Frederick Davis, ketua asosiasi pengobatan darurat di Northwell Health, Rumah Sakit Yahudi Long Island, New York.

Sebuah studi dari University of North Carolina (UNC) menunjukkan bahwa virus Corona cenderung pertama kali masuk dan menginfeksi rongga hidung. Lalu, virus tersebut masuk kedalam paru-paru, tempat virus tersebut bisa berkembang menjadi pneumonia.

Dalam penelitiannya, mereka mencatat bahwa virus Corona baru ini paling banyak menginfeksi saluran hidung, menurunkan infiltrasi saat berkembang ke jalur pernapasan seperti tenggorokan dan paru-paru.

Hasilnya mengungkapkan bahwa virus ini menargetkan reseptor sel ACE2 (angiotensin-converting enzyme-2) sebagai perantara untuk masuk ke dalam tubuh. Menurut penelitian tersebut, reseptor ACE2 ini banyak terdapat di jaringan lapisan hidung dan lebih sedikit di saluran pernapasan bagian bawah.

"Sayangnya, SARS-CoV-2 sudah belajar untuk menghindari mekanisme pertahanan inang hidung yang normal dan menggunakan reseptor ini untuk menginfeksi sel lapisan hidung. Sel hidung diberkahi dengan kemampuan untuk menghasilkan jutaan virus saat terinfeksi," ujar Dr Richard Boucher, direktur Marsico Lung Institute di Fakultas Kedokteran UNC.

"Virus yang diproduksi di hidung kemudian didistribusikan ke jaringan penciuman di atap hidung yang menyebabkan hilangnya bau. Lalu ke mulut, menginfeksi kelenjar ludah dan menghasilkan gejala mulut kering, dan ke paru-paru tempat mereka menyebabkan pneumonia yang berujung sesak nafas hingga kematian. Jadi masker harus melindungi hidung agar efektif mencegah penularan dan penyebaran COVID-19," jelasnya yang dikutip dari Fox News, Kamis (27/8/2020).

Dokter bagian gawat darurat di sebuah rumah sakit, Fred Davis, juga menegaskan pentingnya masker untuk menutupi hidung dan mulut. Menurutnya, hal ini bisa mengurangi risiko penyebaran maupun tertular penyakit COVID-19.



Simak Video "Masker Katup Tak Mampu Tangkal Penularan Covid-19 "
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)