Sabtu, 29 Agu 2020 12:05 WIB

Jadi Tanaman Obat, Ini 5 Penyakit yang Dikaitkan dengan Manfaat Ganja Medis

Defara Millenia Romadhona - detikHealth
Ganja sebagai tanaman obat sudah mulai dilegalkan di Kolombia. Perusahaan Farmasi Pharmacielo bahkan mengembangkan budidaya ganja sebagai tanaman obat. Tanaman ganja. (Foto: Reuters)
Jakarta -

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, menetapkan tanaman ganja (Cannabis sativa) sebagai salah satu tanaman obat.

Ketetapan ini dituangkan dalam Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 104/KPTS/HK.140/M/2/2020 tentang Komoditas Binaan Kementerian Pertanian yang ditandatangani Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo sejak 3 Februari.

"Komoditas binaan dan produk turunananya dibina oleh Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Direktorat Jenderal Hortikultura, Direktorat Jenderal Perkebunan, dan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan," bunyi Kepmentan yang diunggah di laman resminya, Sabtu (29/8/2020).

Sebelumnya, beberapa penelitian sudah membuktikan manfaat ganja sebagai pengobatan dan berbagai negara sudah memakainya.

Dikutip detikcom dari berbagai sumber, berikut 5 penyakit yang disebut bisa diobati dengan ganja:

1. Epilepsi

Sebuah penelitian melaporkan penggunaan cannabinoid untuk anak-anak dengan kondisi epilepsi terhadap pengobatan bisa menurunkan frekuensi kejang hingga 20 persen dan terkadang turun ke nol.

"Hal itu mengilhami penelitian mendalam tentang efek cannabinoid, terutama pada anak-anak," kata Fiona Clement, associate professor di University of Calgary.

2. Demensia

Penelitian menunjukkan bahwa cannabinoid membantu menghilangkan gumpalan amiloid atau penumpukan protein di otak yang berisiko terkena penyakit Alzheimer atau penyakit otak yang menurunkan daya ingat. Hanya saja penelitian di manusia belum dibuktikan.

3. Insomnia

Umumnya, seseorang menggunakan ganja agar membantu masalah tidur. Faktanya ada bukti bahwa obat-obatan mengandung kanabinoid dapat mengobati gangguan tidur (insomnia). Selain itu, sebuah penelitian telah melaporkan efektivitas ganja untuk mengobati masalah tidur seperti fibromyalgia atau MS (Multiple Sclerosis) dan sleep apnea.

4. Glaukoma

Glaukoma merupakan kerusakan saraf pada bola mata. Penelitian mengatakan bawah pada tahun 1970-an, ganja dipercaya dapat mengobati penyakit ini. Namun, penelitian lain menemukan ganja hanya mempertahankan hasil selama beberapa jam. Sehingga, penderita harus menggunakannya hingga delapan kali sehari agar hasil efektif.

5. Kanker

National Institutes of Health (NIH), Amerika Serikat mengatakan ilmuwan tengah meneliti manfaat ganja medis untuk melawan sel kanker.

"Penelitian pada hewan baru-baru ini menunjukkan bahwa ekstrak ganja dapat membantu membunuh sel kanker tertentu dan mengurangi ukuran sel lainnya. Bukti dari satu penelitian kultur sel tikus menunjukkan ekstrak ganja murni dari satu tanaman utuh dapat memperlambat pertumbuhan sel kanker salah satu jenis tumor otak yang paling serius," tulis NIH.



Simak Video "Soal Legalnya Ganja di Negara Lain, Peneliti: Jangan Samakan Indonesia!"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)