Minggu, 30 Agu 2020 06:52 WIB

Round Up

Heboh Ganja Masuk Komoditas Binaan Tanaman Obat Kementan

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Ganja Ganja masuk komoditas binaan Kementan untuk kategori tanaman obat (Foto: shutterstock)
Jakarta -

Tanaman ganja mendadak jadi perbincangan. Kementerian Pertanian memasukkan tanaman dengan nama latin Cannabis sativa ini ke dalam daftar komoditas binaan tanaman obat.

Daftar tersebut termuat dalam Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 104/KPTS/HK.140/M/2/2020 tentang Komoditas Binaan Kementerian Pertanian yang ditandatangani Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo sejak 3 Februari.

Dalam kategori tersebut, ganja berada dalam satu kelompok dengan 65 tanaman obat lainnya. Termasuk di antaranya lempuyang, brotowali, sambiloto, dan kratom.

Kontroversi mencuat karena UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika menetapkan ganja sebagai narkotika golongan 1. Artinya, penggunaannya tidak diperbolehkan sekalipun untuk kepentingan pengobatan.

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementan, Tommy Nugraha, menjelaskan bahwa ganja sudah lama masuk dalam daftar komoditas binaan dan berada di kategori tanaman obat. Namun ini tidak berarti tanaman tersebut jadi legal.

"Pada tahun 2006, pembinaan yang dilakukan adalah mengalihkan petani ganja untuk bertanam jenis tanaman produktif lainnya, dan memusnahkan tanaman ganja yang ada saat itu," jelas Tommy dalam keterangan tertulis.

Tak mau berlarut-larut, Kementan merespons kontroversi itu dengan pencabutan atas keputusan nomor 104/2020. Keputusan tersebut akan direvisi setelah berkoordinasi dengan phak-pihak terkait.

"Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo konsisten dan berkomitmen mendukung pemberantasan penyalahgunaan narkoba. Kepmentan 104/2020 tersebut sementara akan dicabut untuk dikaji kembali dan segera dilakukan revisi berkoordinasi dengan stakeholder terkait (BNN, Kemenkes, LIPI)," tulis Kementan.



Simak Video "Kementan Cabut Keputusan soal Ganja Jadi Tanaman Obat"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)