Minggu, 30 Agu 2020 10:30 WIB

Fakta Penyakit Jantung karena Gaya Hidup Tidak Sehat vs Genetika

Faidah Umu Sofuroh - detikHealth
kolesterol Foto: shutterstock
Jakarta -

Penyakit jantung bisa terjadi karena berbagai hal. Bisa karena genetik atau karena faktor penyakit lain seperti tekanan darah tinggi, diabetes hingga kolesterol. Penyakit-penyakit yang menjadi risiko penyakit jantung tersebut biasanya ditimbulkan oleh gaya hidup yang tidak sehat.

Meskipun pasien penyakit jantung ada yang berasal dari faktor genetik, tapi faktanya gaya hidup tidak sehat justru lebih meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit jantung dibandingkan dengan genetik.

Melansir News Medical, sebuah studi menemukan gaya hidup tidak sehat meningkatkan risiko penyakit jantung seseorang secara signifikan lebih dari susunan genetik seseorang. Dalam penelitian itu menunjukkan aktivitas fisik, merokok, hipertensi, diabetes, dan kolesterol tinggi lebih berperan dalam meningkatkan risiko penyakit jantung pada orang yang masih muda dibandingkan genetika.

Oleh karena itu, penting untuk menjaga kesehatan jantung sedini mungkin. Terapkan gaya hidup sehat untuk mengurangi risiko penyakit jantung. Berikut cara-cara menerapkan gaya hidup sehat.

Diet Sehat

Diet sehat di sini maksudnya yaitu diet rendah lemak, tetapi kaya nutrisi seperti vitamin, mineral, dan serat membantu mengurangi risiko ini. Makanan yang direkomendasikan termasuk sayuran, buah-buahan, biji-bijian, ikan, unggas, polong-polongan, kacang-kacangan dan minyak nabati nontropis.

Aktif Bergerak

Aktivitas fisik juga dapat menurunkan risiko penyakit jantung dengan membantu menurunkan tekanan darah, kolesterol, dan berat badan. Dianjurkan untuk aktif secara fisik setiap hari. Penelitian menunjukkan orang yang hanya mencapai tingkat kebugaran sedang masih memiliki penurunan risiko kematian dini secara signifikan dibandingkan dengan mereka yang tingkat kebugarannya rendah.

Kurangi Alkohol

Asupan alkohol yang tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dengan meningkatkan tekanan darah dan trigliserida. Wanita disarankan untuk minum tidak lebih dari satu minuman beralkohol per hari, sedangkan pria disarankan untuk minum tidak lebih dari dua.

Setop Merokok

Merokok tembakau dapat merusak jantung dan pembuluh darah, sehingga meningkatkan risiko penyakit jantung dan serangan jantung. Merokok juga dapat meningkatkan tekanan darah dan menurunkan jumlah oksigen yang dapat dibawa oleh tubuh.

Jaga Berat Badan

Obesitas meningkatkan risiko kolesterol tinggi, hipertensi, dan resistensi insulin. Mengikuti diet bergizi, mengontrol asupan kalori, dan aktif secara fisik adalah satu-satunya cara untuk menjaga berat badan yang sehat.

Kurangi Stres

Beberapa penelitian telah menunjukkan hubungan antara stres dan penyakit jantung koroner. Stres dapat menyebabkan orang mulai merokok, merokok lebih banyak dari biasanya, atau makan berlebihan.

Turunkan Kadar Kolesterol

Kolesterol memang diperlukan oleh tubuh untuk membantu proses metabolisme. Namun, efek penumpukan kolesterol jahat (LDL) di arteri bisa memicu serangan jantung atau stroke. Jika aktivitas fisik dan diet sehat tidak menurunkan kadar kolesterol, obat-obatan dapat diresepkan.

Namun, kamu juga bisa menurunkan kadar kolesterol tanpa obat, loh. Caranya yaitu dengan rutin mengonsumsi Nestlé ACTICOR dua kali sehari setelah makan.

Nestlé ACTICOR merupakan minuman susu rendah lemak yang mengandung Beta Glucan dan Inulin. Kandungan Beta Glucan dan Inulin teruji klinis mampu menurunkan kolesterol jahat (LDL) yang merupakan faktor risiko penyakit jantung.

Nestlé ACTICOR juga terbuat dari bahan alami dan rasanya pun sangat enak. Ada 4 varian rasa, antara lain avocado, chocolate, green-tea latte, dan banana. Nestlé ACTICOR baik dikonsumsi oleh orang dewasa yang peduli akan kesehatan tubuh.

Bagi yang suka minuman dingin, Nestlé ACTICOR juga bisa dikonsumsi dengan dikombinasikan bersama es batu atau diminum dalam kondisi dingin. Untuk hasil yang optimal, Nestlé ACTICOR dianjurkan diminum 2x sehari setelah makan.

Nestlé ACTICOR, Cara Alami Turunkan Kolesterol.



Simak Video "Cara Ilmuwan Deteksi Kerumunan Masyarakat Saat Pandemi Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(ega/ega)