Minggu, 30 Agu 2020 14:07 WIB

COVID-19 Tembus 3 Ribu Kasus Perhari, Ini Pesan Kemenkes

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Pemerintah Kota Bekasi menggelar tes massal corona terhadap penumpang KRL di Stasiun Bekasi. Tes kali ini menggunakan alat yang lebih akurat berupa polymerase chain reaction (PCR). Agung Pambudhy/Detikcom. 

1. Penumpang Commuter line mengikuti test massal COVID 19 dengan metode polymerase chain reaction (PCR) di Stasiun Bekasi, Jawa Barat, Selasa (5/5/2020).
2. Sebanyak 300 penumpang kereta dipilih secara random mengikuti tes ini. 
3. Metode tes PCR adalah mengetes spesimen yang diambil dari dahak di dalam tenggorokan dan hidung lalu diswab. 
4. Tes ini dianggap paling akurat dibandingkan rapid test yang hanya untuk mendeteksi reaksi imun dalam tubuh.
5. Data terkini kasus positif Covid-19 di Kota Bekasi telah mencapai 249 orang. Pasien sembuh corona 126, dalam perawatan 95, sedangkan meninggal 28 orang.
6. Test ini dibantu petugas dari RSUD Kota Bekasi dan Dinkes Kota Bekasi.
7. Sebelum masuk ke stasiun, penumpang lebih dulu menjalai tes PCR secara acak. Setelah itu, sampel lemdir dari hidung akan diuji di Labiratorium Kesehatan Kota Bekasi.
8. Hasil pemeriksaan ini diharapkan memberi gambaran kondisi penumpang ‎KRL apakah ada yang terpapar COVID-19 atau tidak.
9. Sebelumnya di KRL ada tiga orang yang dinyatakan positif virus COVID-19 berdasarkan hasil test swab PCR yang dilakukan pada 325 calon‎ penumpang dan petugas KAI di Stasiun Bogor. 
10. Sejumlah kepala daerah meminta pemerintah pusat untuk menstop operasional KRL guna menghambat penyebaran virus COVID-19
11. Hingga 4 Mei 2020 di Indonesia terdapat 11.587 kasus COVID-19 dengan kasus kematian 864 meninggal dan 1.954 sembuh.
12. Sampai kemarin pemerintah telah menguji 112.965 spesimen dari 83.012 orang di 46 laboratorium. Virus Corona COVID-19 (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Angka kasus Corona di Indonesia sampai saat ini masih sangat tinggi. Hal ini membuat pemerintah semakin gencar mengkampanyekan penerapan protokol kesehatan, seperti pakai masker hingga jaga jarak sampai vaksin yang diharapkan muncul.

"Jadi seluruh masyarakat kita himbau agar upaya-upaya yang memang kita anggap ampuh saat ini, sebelum vaksin ini ditemukan seperti menjaga jarak, memakai masker yang benar, kemudian mencuci tangan," jelas Sekjen Kementerian Kesehatan RI drg Oscar Primadi, MPH, saat hadir mewakili Menteri Kesehatan pada acara kampanye masker di Stadion Gelora Bung Karno, Minggu (30/8/2020).

Namun, Oscar mengatakan tiga hal tersebut juga membutuhkan kesadaran dan kemauan yang tinggi dari masyarakatnya sendiri. Menurutnya, tugas pemerintah saat ini adalah untuk terus-menerus mengingatkan masyarakat untuk menerapkannya.

Oscar berharap, dengan adanya kampanye ini seluruh masyarakat baik yang ada di perkotaan, pedesaan, di perbatasan, di kepulauan untuk berjuang bersama memutus rantai penularan pandemi virus Corona COVID-19.

"Mari kita bersama-sama berjuang untuk melakukan pemutusan mata rantai penularan sesegera mungkin. Saya yakin, kalau ini kita lakukan dengan disiplin, kasusnya akan cepat menurun," harapnya.



Simak Video "Pondasi Utama Pecegahan Corona Sebelum Vaksin"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)