Senin, 31 Agu 2020 09:50 WIB

Mutasi Corona Baru Khas Surabaya Ditemukan, Ini Kata Ilmuwan Unair

Ayunda Septiani - detikHealth
Poster Mutasi Corona khas Surabaya. (Foto: Edi Wahyono)
Jakarta -

Pakar Biomolekuler dari Universitas Airlangga (Unair) Prof Ni Nyoman Tri Puspaningsih mengklaim ada mutasi Corona baru di Surabaya. Mutasi virus tersebut sangat jarang ditemui, yakni mutasi tipe Q677H.

"Ada dua mutan yang berdekatan dan dari peta sebaran di Indonesia, satu-satunya baru di Surabaya," jelas Ni Nyoman yang juga Wakil Rektor I Unair kepada detikcom, Minggu (30/8/2020).

Ni Nyoman mengatakan, posisinya dekat dengan pemotongan purin (enzim protease yang dimiliki sel inang dalam hal ini manusia, tepatnya pada sel paru-paru). Mutasi ini ada bersama-sama dengan mutasi D614G. Dari analisis pendahuluan, mutasi baru ini membantu energi antara purin dan spike semakin tinggi. Artinya, purin akan meningkat kemampuannya untuk lebih baik.

Jika dalam waktu dekat analisis telah selesai, Ni Nyoman menyebut akan merilis temuannya tersebut ke dalam jurnal internasional, karena temuan ini baru satu-satunya di Surabaya. "Ini menarik apakah dua mutan ini berpengaruh tak cuma ke tingkat kecepatan penyebarannya tapi juga hal lainnya," tambah Ni Nyoman.

Sebelumnya, pada April lalu mutasi virus Corona D614G terdeteksi di Indonesia. Karena keterbatasan data, mutasi D614G belum dimaknai apa-apa.

"Sebulan setelah Indonesia terkonfirmasi ada infeksi COVID-19, mutasi virus sudah ada di Indonesia. Mungkin lebih dulu dari informasi yang ada di Malaysia," jelasnya.

Di Malaysia mutasi Corona D614G mempunyai kemampuan menyebar 10 kali lebih cepat. Tapi sejauh ini, Ni Nyoman mengatakan belum ada kesimpulan apakah mutasi virus D614G berkaitan dengan dampak tingginya angka kematian pasien Corona atau tidak.

Awalnya, Ni Nyoman sempat mengira bahwa mutasi D614G banyak terjadi di Surabaya karena tingginya peningkatan kasus Corona di Surabaya pada Mei hingga Juli.

Selain membahas soal mutasi virus, pada bagian lain Ni Nyoman juga memaparkan upaya Unair dalam pembuatan vaksin COVID-19 dan obat pengembangan baru (OPB) untuk Corona.

[Gambas:Video 20detik]

(naf/naf)