Rabu, 02 Sep 2020 15:05 WIB

Ada 9 Temuan Mutasi Corona D614G di Indonesia, Ini Sebarannya

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Pemerintah Kota Bekasi menggelar tes massal corona terhadap penumpang KRL di Stasiun Bekasi. Tes kali ini menggunakan alat yang lebih akurat berupa polymerase chain reaction (PCR). Agung Pambudhy/Detikcom. 

1. Penumpang Commuter line mengikuti test massal COVID 19 dengan metode polymerase chain reaction (PCR) di Stasiun Bekasi, Jawa Barat, Selasa (5/5/2020).
2. Sebanyak 300 penumpang kereta dipilih secara random mengikuti tes ini. 
3. Metode tes PCR adalah mengetes spesimen yang diambil dari dahak di dalam tenggorokan dan hidung lalu diswab. 
4. Tes ini dianggap paling akurat dibandingkan rapid test yang hanya untuk mendeteksi reaksi imun dalam tubuh.
5. Data terkini kasus positif Covid-19 di Kota Bekasi telah mencapai 249 orang. Pasien sembuh corona 126, dalam perawatan 95, sedangkan meninggal 28 orang.
6. Test ini dibantu petugas dari RSUD Kota Bekasi dan Dinkes Kota Bekasi.
7. Sebelum masuk ke stasiun, penumpang lebih dulu menjalai tes PCR secara acak. Setelah itu, sampel lemdir dari hidung akan diuji di Labiratorium Kesehatan Kota Bekasi.
8. Hasil pemeriksaan ini diharapkan memberi gambaran kondisi penumpang ‎KRL apakah ada yang terpapar COVID-19 atau tidak.
9. Sebelumnya di KRL ada tiga orang yang dinyatakan positif virus COVID-19 berdasarkan hasil test swab PCR yang dilakukan pada 325 calon‎ penumpang dan petugas KAI di Stasiun Bogor. 
10. Sejumlah kepala daerah meminta pemerintah pusat untuk menstop operasional KRL guna menghambat penyebaran virus COVID-19
11. Hingga 4 Mei 2020 di Indonesia terdapat 11.587 kasus COVID-19 dengan kasus kematian 864 meninggal dan 1.954 sembuh.
12. Sampai kemarin pemerintah telah menguji 112.965 spesimen dari 83.012 orang di 46 laboratorium. Virus Corona COVID-19 (Foto: Agung Pambudhy)
Topik Hangat Mutasi Corona D614G
Jakarta -

Menteri Riset dan Teknologi RI Prof Bambang Brodjonegoro menyebut mutasi virus Corona D614G sudah ditemukan sejak Januari 2020 di Jerman dan China. Di Indonesia, sudah ada 9 temuan yang dilaporkan.

Prof Bambang mengatakan, mutasi virus ini sebenarnya ditemukan pada 78 persen SARS-CoV-2 di dunia. Artinya, sudah sangat mendominasi. Ia juga menegaskan, hingga saat ini belum ada bukti bahwa mutasi tersebut menyebabkan virus Corona jadi lebih menular.

Sedangkan dari 24 whole genome sequence yang dikirim Indonesia ke GSAID, ada 9 yang mengandung mutasi D614G. Sebarannya sebagai berikut:

  • 3 dari Surabaya
  • 2 dari Yogyakarta
  • 2 dari Tangerang dan Jakarta
  • 2 dari Bandung.

"Tidak akan mengganggu upaya pengembangan vaksin karena tidak menyebabkan perubahan struktur maupun fungsi dari RBD, receptor binding domain, yang merupakan bagian dari dari virus spike yang dijadikan target vaksin," tegas Prof Bambang dalam siaran pers di channel YouTube BNPB, Rabu (2/9/2020).



Simak Video "Satgas Sebut Banyak Orang Masih Tak Percaya Bahaya Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(up/naf)
Topik Hangat Mutasi Corona D614G