Rabu, 02 Sep 2020 16:34 WIB

Diidap Salah Satu Peserta Pesta Gay Kuningan, Ini 5 Fakta Terkait HIV

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Tersangka pesta gay di Kuningan Jaksel Pesta gay di Kuningan. (Foto: Yogi Ernes/detikcom)
Jakarta -

Heboh pesta gay di salah satu apartemen di Kuningan, Jakarta. Polisi menggerebek 9 pelaku pesta gay yang kini ditahan di Polda Metro Jaya.

Pantauan detikcom di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (2/9/2020), 9 pelaku tersebut kini telah menggunakan baju tahanan polisi berwarna oranye. Mereka juga menggunakan masker dan tangan mereka diikat cable ties.

Sejumlah barang bukti dari pesta gay tersebut yang telah disita terpampang. Di antaranya kondom yang sudah dipakai, krim lulur, tisu Magic, 157 gelang member, hingga sejumlah obat perangsang.

Salah satu di antara mereka dinyatakan mengidap HIV (Human Imunodeficiency Virus). Ini 5 fakta terkait HIV.

1. Menginfeksi sistem imun

HIV membuat kerusakan di dalam tubuh sebab secara spesifik menyerang sistem imun. Seseorang yang terkena HIV akan kehilangan kemampuan melawan penyakit lain hingga akhirnya terserang berbagai infeksi.

Acquired immune deficiency syndrome (AIDS) adalah sebutan untuk tahap lanjut infeksi HIV ketika tubuh seorang pengidap sudah terserang banyak penyakit infeksi termasuk kanker yang berkaitan.

2. Menular lewat berbagai cara

Penularan HIV menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), diketahui menyebar lewat hubungan seks vaginal, anal, maupun oral. Sebisa mungkin untuk menghindari risiko terkena HIV, penggunaan kondom menjadi sangat penting.

Selain itu, HIV juga bisa menular lewat transfusi darah yang terkontaminasi, pemakaian jarum atau alat tajam terkontaminasi, dan terakhir dari ibu ke anak lewat kandungan hingga air susu.

3. Infeksi bukan akhir

Baru-baru ini ada beberapa kasus yang dinyatakan sembuh dari HIV karena melakukan usai melakukan operasi sumsum tulang khusus. Namun, umumnya salah satu hal yang membuat HIV begitu ditakuti adalah karena belum ada obat yang benar-benar bisa menyembuhkannya. Namun demikian kini sudah ada terapi antiretroviral (ART) yang bisa menekan perkembangan virus di dalam tubuh.

4. Ada laporan sembuh tanpa perawatan medis

Seorang wanita yang terinfeksi HIV pada 1992 silam kemungkinan menjadi orang pertama yang sembuh dari virus tanpa perawatan medis seperti transplantasi sumsum tulang khusus. Bahkan tidak mengonsumsi obat-obatan, demikian ungkap para peneliti.

Dikutip dari The New York Times, penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nature, menguraikan mekanisme baru di mana tubuh dapat menekan HIV, ditemukan ada kemajuan dalam genetika. Penelitian ini juga menawarkan harapan bahwa sejumlah kecil orang yang terinfeksi HIV dan memakai terapi antiretroviral selama bertahun-tahun juga dapat menekan virus dan berhenti memakai obat, yang dapat berdampak buruk pada tubuh.

"Itu menunjukkan bahwa pengobatan itu sendiri dapat menyembuhkan orang, yang bertentangan dengan semua dogma," kata Dr Steve Deeks, seorang ahli AIDS di Universitas California, San Francisco, dan seorang penulis studi baru tersebut.

5. Tes mudah dan sederhana

Tes HIV cukup sederhana dan tidak lebih rumit dari tes darah pada umumnya. Hanya memerlukan waktu sekitar 10 menit untuk mengetahui hasilnya. Dibutuhkan tidak lebih dari 1 cc darah untuk diteteskan bersama reagen tertentu.

Jika hasilnya positif bisa langsung berobat, sedangkan jika negatif maka dianjurkan untuk periksa lagi 3 bulan kemudian untuk mengantisipasi kemungkinan virus belum terdeteksi selama periode jendela. Tes HIV bisa dilakukan gratis di fasilitas kesehatan seperti puskesmas.



Simak Video "WHO: 73 Negara Alami Krisis Obat HIV di Tengah Pandemi COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)