Kamis, 03 Sep 2020 10:42 WIB

Nggak Cuma Bagus untuk Otak Anak, Ini Manfaat Lain dari ASI

Inkana Putri - detikHealth
asi Foto: shutterstock
Jakarta -

Banyak yang mengatakan anak yang mengonsumsi air susu ibu (ASI) akan tumbuh lebih cerdas. Hal ini disebabkan kandungan nutrisi dan formula di dalam ASI mampu meningkatkan kecerdasan anak.

Head of Medical Marketing Kalbe Nutritionals dr. Muliaman Mansyur mengatakan beberapa nutrisi dalam ASI seperti AA DHA, omega 3, omega 6 dan lainnya bisa membantu kecerdasan anak.

"Walaupun untuk menjadikan anak pintar tergantung dari genetik nutrisi, stimulasi dan pola asuh, memang nutrisi yang baik bisa membantu. Seperti protein alfa laktalbumin, lemak, AA DHA, omega 3, omega 6, phospholipid, zat besi, yodium, dapat membantu pertumbuhan otak dan kecerdasan anak. Semua nutrisi tersebut ada di ASI terutama pada 6 bulan pertama. Oleh karena itu, anak yang mendapatkan ASI terutama di 6 bulan pertama membuatnya lebih pintar," ujarnya kepada detikHealth baru-baru ini.

Melansir Healthline, ASI juga memiliki banyak manfaat baik untuk para ibu. Ibu yang menyusui memiliki risiko stres dan kanker yang lebih rendah dibanding yang tidak. Menyusui juga disebut bisa mengembalikan ukuran rahim lebih cepat. Sementara itu pada anak selain dapat mencerdaskan, ASI juga memberikan segudang manfaat seperti berikut.

Meningkatkan Berat Badan Bayi

Menyusui disebut mampu meningkatkan berat badan yang sehat dan mengurangi risiko obesitas pada masa kanak-kanak. Pasalnya, perkembangan bakteri pada usus bayi berbeda-beda. Bayi yang mendapatkan ASI biasanya memiliki jumlah bakteri baik yang lebih tinggi, yang dapat memengaruhi penyimpanan lemak.

Selain itu, bayi yang diberi ASI memiliki lebih banyak leptin dalam sistemnya daripada bayi yang diberi susu formula. Adapun leptin berfungsi untuk mengatur nafsu makan dan penyimpanan lemak.

Mencerdaskan Bayi

Beberapa penelitian menunjukkan adanya perbedaan dalam perkembangan otak bayi yang diberi ASI. Bayi yang disusui memiliki skor kecerdasan lebih tinggi dan cenderung tidak mengalami kesulitan belajar seiring bertambahnya usia. Adapun hal ini disebabkan karena banyaknya nutrisi dan gizi yang terkandung dalam ASI yang memberi efek positif dalam kecerdasannya.

Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Di awal-awal kelahirannya, ASI merupakan salah satu makanan penting bagi bayi yang juga berfungsi untuk melawan virus dan bakteri. Kandungan imunoglobulin A (IgA) dalam ASI dapat melindungi bayi agar tidak sakit dengan membentuk lapisan pelindung di hidung, tenggorokan, dan sistem pencernaan bayi.

Kandungan inilah yang tidak terdapat dalam susu formula atau susu sapi biasa. Bahkan, beberapa penelitian menunjukkan bayi yang tidak diberi ASI lebih rentan terhadap masalah kesehatan seperti pneumonia, diare, dan infeksi.

Melengkapi Nutrisi Anak

Banyak ahli kesehatan yang merekomendasikan untuk memberi ASI eksklusif setidaknya selama 6 bulan. Dr. Muliaman mengatakan ASI akan membantu bayi untuk berkembang dan tumbuh secara optimal.

Pasalnya, ASI mengandung semua nutrisi yang bayi butuhkan pada 6 bulan pertama kelahirannya. Bahkan, komposisi nutrisinya berubah sesuai dengan perubahan kebutuhan bayi, terutama selama bulan pertama kehidupannya.

"Pada saat 6 bulan pertama, ASI adalah sangat penting sekali karena bayi yang hanya 2-3 kg saat lahir tidak dikasih apapun selain ASI akan menjadi 5-6 kg pada saat 6 bulan. Artinya ASI membuat bayi tumbuh kembangnya menjadi optimal," katanya.

Itulah beberapa manfaat yang bisa didapatkan dari pemberian ASI pada bayi. Oleh sebab itu, sering sekali para ahli gizi merekomendasikan ibu menyusui untuk memperhatikan asupannya. Bagi Anda yang sedang atau akan menyusui, ada baiknya untuk mengonsumsi makanan yang bergizi seperti buah, sayur, daging segar, serta kacang-kacangan.

Selain itu, jangan lupa untuk konsumsi susu PRENAGEN selama menyusui guna mengoptimalkan nutrisi pada ASI. PRENAGEN Lactamom mengandung nutrisi makro (karbohidrat, lemak, dan protein), nutrisi mikro (vitamin dan mineral), serta DHA dan kalsium. Adapun kedua nutrisi ini sangat penting karena penyerapan nutrisi mikro membutuhkan nutrisi makro yang jumlahnya seimbang dan tepat sesuai kebutuhan ibu hamil dan ibu menyusui.



Simak Video "Kata WHO Soal Kemungkinan Penularan Corona Lewat ASI"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/ega)